Distanak Akan Kembangkan Produk Olahan Ubi Pekanbaru

Dibaca: 10422 kali  Minggu,30 Agustus 2015
Distanak Akan Kembangkan Produk Olahan Ubi Pekanbaru
Ket Foto : UBI KAYU- Walikota bersama warga palas panen ubi yang beratnya hingga 75 Kg hasil pertanian masyarakat dalam Kawasan Wisata Agro, Rabu (18/12) beberapa waktu lalu

Pekanbaru,   (Riauterbit.com) - Dinas Pertanian dan Peternakan Kota Pekanbaru, Provinsi Riau akan menggandeng Dinas Perindustrian dan Perdagangan untuk mengembangkan produk olahan ubi kayu diwilayah setempat guna memperluas pangsa pasar.

"Pekanbaru memiliki Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) olahan ubi kayu jadi kripik sanjai," ungkap Kadistanak Pekanbaru El Syabrina di Pekanbaru, Sabtu.

Namun menurut El pangsa pasarnya saat ini masih melayani lokal. Karena produk turunannya masih sanjai belum berkembang dengan beragam kreasi.

Sementara peluang pengembangan kripik ubi menjadi penganan yang tidak hanya sanjai bisa dikembangkan.

"Seperti kita ketahui Malaysia sudah mengembangkan kripik ubi ini menjadi menu makanan ringan yang lebih bergengsi seperti "kit kasava" dan sebagainya untuk dinikmati oleh kalangan kelas atas," bebernya.

Pekanbaru baru fokus pada kripik ubi dan sanjai. Yang nota bene pangsa pasarnya kalangan menengah kebawah.

Makanya tutur El, pihaknya akan menggandeng Disperindag untuk mengembangkan industri hilir ubi kayu ini.

Dengan membina mereka berkreasi menciptakan makanan ringan dari ubi yang berkelas.

Jika ini berhasil bisa jadi salah satu upaya pemerintah untuk memberdayakan ekonomi kreatif dimasyarakat. Karena dapat menjadi oleh-oleh khas Pekanbaru bagi wisatawan lokal maupun mancanegara.

"Demikian juga dengan kemasan masih perlu pembenahan untuk penampilan yang menarik, sehat dan terjamin kandungan gizinya," beber El.

Pemasaran juga bisa lebih luas bukan hanya pasar tradisional tetapi juga merambah ke mal dan hotel.

El menambahkan saat ini di Pekanbaru tepatnya di Jalan Pesantren arah lintas Pelalawan terdapat sebuah pabrik olahan ubi kayu menjadi kripik dan sanjai.

"Produksi mereka mencapai 2-3 ton perhari," ujarnya.

Jika ini bisa diberdayakan dengan menyatukan antara sentra bahan baku ubi kayu di Kulim dan Rumbai serta lokasi lain, maka akan berdiri industri kerajinan keripik lainnya.(ant)

Akses RiauTerbit.Com Via Mobile m.riauterbit.rom
Berita Terkait Index »
Tulis Komentar Index »