Pasokan Elpiji Bersubsidi Pekanbaru 486.000 Tabung Sebulan, Namun Kenapa msih langka?

Dibaca: 4977 kali  Jumat,26 Juni 2015
Pasokan Elpiji Bersubsidi Pekanbaru 486.000 Tabung Sebulan, Namun Kenapa msih langka?
Ket Foto :

Pekanbaru-(Riauteerbit.com)-Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Pekanbaru, Provinsi Riau mengatakan pasokan elpiji tiga kilogram diwilayah itu mencapai 486.000 tabung per bulan.

"Jumlah ini sudah mengalami penambahan sebesar 17 persen dari sebelumnya," kata Kabid Perdagangan Disperindag Pekanbaru, Mas Irba Sulaiman, di Pekanbaru, Jumat.

Menurut Irba, pasokan elpiji tiga kilogram warga Pekanbaru tahun 2015, sudah mengalami penambahan oleh Pertamina dibandingkan tahun 2014 lalu.

Jika tahun lalu jumlah pasokan elpiji tabung melon ini hanya 420.000 tabung, maka tahun ini naik menjadi 486.000 tabung perbulan.  

Ini dikarenakan saat itu sering terjadi kelangkaan, sehingga diusulkan untuk dilakukan penambahan pasokan.

"Pertamina terhitung awal tahun sudah menambah pasokan sebesar 17 persen dari pasokan awal hanya 420.000 tabung," papar Irba.

Artinya dengan penambahan ini diperkirakan kedepan kebutuhan elpiji tabung kilogram di Pekanbaru tidak lagi jadi masalah.

Karena sudah ada selisih sebesar 86.000 tabung baru yang masuk kepasaran.

Seharusnya ini sudah aman dan cukup, jika membandingkan dengan jumlah rumahtangga miskin sebagai pengguna elpiji bersubsidi jauh dibawahnya.

Namun demikian, ia tetap saja tidak tutup mata, masih  ada penyelewengan disistem distribusi tabung melon ini pada ibu kota Provinsi Riau.

Terutama permainan disparitas harga yang dilakoni spekulan yang bermain dengan pangkalan dan agen.

Untuk itu, terang Irba pihaknya dalam hal pengawasan distribusi barang bersubsidi tidak main-main. Bagi pangkalan yang sudah ketangkap basah melanggar sistem yang disepakati akan dikenai sanksi tampa ampun.

"Kami langsung cabut ijin operasinya, kalau tidak percaya silahkan coba-coba," ujarnya mengancam.

Karena menurut Irba, elpiji tiga kilogram adalah kebutuhan pokok yang menyangkut hajat hidup orang banyak khususnya keluarga miskin. Pemerintah konsen terhadap masalah ini jika terganggu.(ant)

  

Akses RiauTerbit.Com Via Mobile m.riauterbit.rom
Berita Terkait Index »
Tulis Komentar Index »