DPRD Pekanbaru Harapkan Adanya Tes HIV Untuk Calon Pengantin

Dibaca: 3640 kali  Selasa,09 Mei 2017
DPRD Pekanbaru Harapkan Adanya Tes HIV Untuk Calon Pengantin
Ket Foto :

RIAUTERBIT.COM-Anggota DPRD Kota Pekanbaru Marlis Kasim menyarankan Departemen Agama melalui Kantor Urusan Agama (KUA)  membuat kebijakan baru wajib tes HIV/Aids bagi calon pengantin yang ingin melangsungkan pernikahan.

"Jadikan tes HIV/Aids sebagai pra syarat nikah calon penganten," kata Wakil Ketua Komisi III DPRD Kota Pekanbaru Marlis Kasim di Pekanbaru, Selasa.

Dikatakan, hal itu salah satu upaya dini untuk mengetahui dan mencegah penularan HIV/Aids kepada pasangan dan keturunan mereka nantinya.

Politisi PKB ini menilai saat ini memang sudah saatnya perlu ada upaya pencegahan dan deteksi dini bagi pasangan muda yang hendak menikah. Makanya Departemen Agama harus membuat regulasi.

Dia menyarankan dalam hal ini Departemen Agama setempat bisa memasukkan syarat tes HIV/AIDS sebagai salah satu pra syarat bagi pasangan yang akan menikah.

Dimana pasangan pengantin harus melakukan pengecekan dan pemeriksaan di laboratorium lebih dulu. Agar diketahui dari awal apakah mereka memiliki penyakit serius atau terinveksi virus HIV dan AIDS.

"Dilakukannya pengecekan laboratorium ini agar diketahui apakah pihak laki-laki atau sebaliknya perempuan ada penyakit HIV dan AIDS di tubuhnya, sebelum ijabkabul," tuturnya.

Sehingga dapat dihindari korban penularan bagi kaum wanita demikian juga sebaliknya.

"Terlebih ibu rumah tangga yang tidak tau apa-apa tiba-tiba tertular padahal yang membawa penyakit tersebut adalah pasangannya," tegasnya mencontohkan demikian juga sebaliknya.

Sebab jika tidak dites dari awal maka kemungkinan tertular pasti buat pasangan masing-masing dan keturunan mereka.

"Dengan diketahui sedari dini setidaknya ada upaya pencegahan penularan," tegasnya.

Pencegahan disini melalui konseling medis dan SOP penanganan penderita HIV/AIDS, bagaimana pasangan tersebut tetap bisa berhubungan seksual tanpa harus menularkan dan saat mereka hendak memiliki keturunan yang tidak terjangkit dari orangtuanya.

"Teknisnya pihak Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) dan Diskes yang tahu," tuturnya pula.

Karenanya perlu juga ada sosialisasi secara terus menerus agar mereka penderita HIV/AIDS tidak disingkirkan akan tetapi diberikan kesadaran untuk menjaga dirinya tidak menularkan penyakit itu kepada orang lain.

Demikian juga sebaliknya orang disekitar mereka keluarga dekat maupun jauh yang tidak terjangkit saat mengetahui ada penderita didekatnya bukan menjadi takut tetapi waspada menjaga agar tidak tertular.

"Sebab secara SOP medis penularan HIV/AIDS itu hanya melalui cara-cara tertentu saja," katanya tanpa merinci.

Ia juga menegaskan upaya ini sebagai bentuk keprihatinan atas tingginya kasus HIV/AIDS yang menjangkiti warga setempat mencapai 24 selama Januari 2017 saja.

"Dari data yang dihimpun Dinas Kesehatan Kota Pekanbaru pada Januari 2017 ini terdapat 16 kasus HIV dan 8 AIDS,".     

Marlis Kasim menyebutkan Dinas Kesehatan Kota Pekanbaru mencatat ada kenaikan kasus HIV dan AIDS di 2016 dengan total 448 dengan rincian 261 kasus HIV dan 187 AIDS. Dibandingkan 2015 hanya 352 kasus, dengan rincian 241 HIV dan 111 AIDS.

Kondisi ini sudah sangat memprihatinkan dan mengkhawatirkan bagi penduduk Pekanbaru karena cukup tinggi serta bisa saja menular kepada yang tidak mengetahuinya.

"Ini perlu mendapatkan penanganan serius agar tidak bertambah lagi jumlahnya," ujarnya.

Menurut Marlis data Diskes juga menunjukkan jumlah HIV dan AIDS di Pekanbaru meningkat dari tahun ke tahun dan sudah menyerang ibu rumah.

"Dari informasi yang kita ketahui, HIV dan AIDS ini banyak juga kaum ibu yang kena, walau dari perbandingan didominasi oleh laki - laki dengan 64 persen dan perempuan 36 persen," tambahnya.

Sekedar informasi penularan HIV/AIDS hanya bisa terjadi melalui darah, misalnya tranfusi darah, terkena darah HIV pada kulit yang terluka, jarum suntik, pisau cukur, gunting kuku, alat tindik, tato,dan sebagainya bekas penderita.

Kemudian melalui hubungan seksual lewat cairan air mani (sperma) pria dan vagina pada wanita, serta air susu ibu.(ant)

Akses RiauTerbit.Com Via Mobile m.riauterbit.rom
Berita Terkait Index »
Tulis Komentar Index »