Prospek Investasi di Perbatasan Riau, dari Sarang Walet Hingga Migas

Dibaca: 6122 kali  Rabu,04 November 2015
Prospek Investasi di Perbatasan Riau, dari Sarang Walet Hingga Migas
Ket Foto : Walet

RIAUTERBIT.COM -Mau investasi? daerah perbatasan Indonesia yang selama ini belum banyak dilirik bisa menjadi alternatif lokasi investasi. Salah satunya yaitu provinsi Riau yang beberapa wilayahnya berbatasan langsung dengan negara tetangga Malaysia.

Provinsi Kepri merupakan salah satu peserta dalam pameran potensi dan peluang investasi daerah perbatasan dalam acara Border Investment Summit yang diselenggarakan oleh Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi di Hotel Bidakara, Jakarta, Selasa (3/11/2015).

Stan Provinsi Riau paling lengkap dan informatif. Selain tayangan layar dan brosur, ada produk-produk hasil kerajinan, kain songket hingga makanan olahan dari sagu.

Ada tiga kabupaten di  Riau yang menawarkan pilihan investasi di berbagai sektor dan patut dilirik yaitu Kabupaten Rokan Hilir, Kepulauan Meranti, dan Kabupaten Dumai.

Pertama, Kabupaten Rokan Hilir, Badan Penanaman Modal Kabupaten Rokan Hilir dalam profil potensi dan peluang investasi di Kabupaten Rokan Hilir dari memaparkan peluang investasi unggulan di sektor perikanan, peternakan hingga pariwisata. Kabupaten ini berbatasan langsung dengan Selat Malaka di bagian utara.

Di sektor perikanan diantaranya pengalengan ikan, udang, kerang, pembuaatan tepung ikan, tambak udang dan ikan. Di sektor peternakan diantaranya penangkaran burung walet, peternakan ayam, itik, kambing dan kerbau. Lalu sektor pariwisata seperti pengembangan wisata bahari Pulau Jemur, penangkaran buaya di Pulau Pedamaran, dan wisata danau Napangga.

Masih satu provinsi, terletak tidak jauh dari Kabupaten Rokan Hilir yaitu Kabupaten Kepulauan Meranti. Wilayah perbatasan tersebut terdiri dari pulau-pulau kecil terluar yaitu Pulau Rangsang, Pulau Topang, Pulau Merbau, dan Pulau Padang yang berbatasan langsung dengan Selat Malaka dan Malaysia.

Potensi dan peluang investasi di Kepulauan Meranti diantaranya penambangan minyak bumi gas (migas) dan timah. Usaha budidaya dan pengolahan hasil perkebunan dengan sagu sebagai komoditi unggulan Kepulauan Meranti.

Provinsi Kepulauan Riau juga memiliki beberapa kawasan industri seperti di Kabupaten Dumai. Ada beberapa kawasan industri diantaranya Kawasan Industri Pelintung seluas 5.084 hektar, Petra Dock seluas 300 hektar, Lubuk Gaung seluas 2.158 hektar dan Bukit Kapur seluas 115 hektar.

Kawasan industri Pelintung merupakan lokasi operasi industri CPO , pelabuhan khusus, pabrik pupuk, dan chip wood. Kemudian di kawasan industri Lubuk Gaung terdapat industri minyak goreng, industri kimia dasar organik dan industri pengemasan semen. Lalu, di kawasan industri Bukit Kapur terdiri dari industri pergudangan pupuk dan properti.

Dumai mengunggulkan investasi di sektor industri pengolahan seperti industri kimia dasar, industri pengolahan nenas, industri minyak makan nabati, dan industri pupuk buatan majemuk hara makro primer.

Selain itu, ada industri perakitan komponen, komputer dan peralatan elektro, industri pemurnian dan pengilangan minyak bumi dan industri minyak kasar inti sawit dan minyak padat. (hen/hen/dtk)
 

Akses RiauTerbit.Com Via Mobile m.riauterbit.rom
Berita Terkait Index »
Tulis Komentar Index »