Kabut Asap, TNI: Hutan Riau Sengaja Dibakar

Dibaca: 9647 kali  Kamis,17 September 2015
Kabut Asap, TNI: Hutan Riau Sengaja Dibakar
Ket Foto : Sejumlah anggota TNI berusaha memadamkan api yang membakar perkebunan kelapa sawit di desa Padamaran, Ogan Komering Ilir, Sumatera Selatan, 12 September 2015. Asap yang ditimbulkan oleh kebakaran hutan menyebabkan beberapa wilayah diselimuti asap. REUTER

Pekanbaru, (Riauterbit.com)- Kasus kabut asap dan kebakaran hutan di Riau kian mengila. Komandan Satuan Tugas Pemadaman Api Riau Brigadir Jendral TNI Nurendi mengatakan, sebagian besar lahan terbakar di Provinsi Riau merupakan unsur kesengajaan. Baik dari pelaku usaha maupun masyarakat.

Nurendi membantah pernyataan gambut terbakar karena proses alam. "Tidak ada lahan itu terbakar karena alam. Meskipun cuaca panas yang namanya gambut kalau tidak dibakar tidak akan terbakar," katanya, kepada wartawan, Rabu, 16 September 2015.

Nurendi mengaku, pantauan tim satgas di lokasi kebanyakan kabut asap dan lahan terbakar dimanfaatkan untuk perluasan perkebunan atau membuka lahan baru. "Pelakunya dari masyarakat setempat dan perusahaan," katanya.

Terkait hal itu kata dia, Kepolisian Daerah Riau selaku satgas penindakan telah melakukan penangkapan pelaku pembakar. Pihaknya juga telah menempatkan personel di lokasi lahan terbakar dan patroli rutin. Lahan terbakar kemudian disegel untuk dilakukan penyelidikan lebih lanjut oleh polisi.

"Bantuan pasukan TNI dari halim akan kita geser ke wilayah perbatasan Jambi," katanya.

Dinas Kehutanan mencatat sekitar 3.043 hektare lahan di Riau hangus terbakar sejak Juni hingga September 2015. Seluas 1.200 hektare di antaranya berada di atas konsesi perusahaan. Asap sisa kebakaran hutan dan lahan telah mengganggu aktivitas warga. Bandara Sultan Syarif Kasim II lebih dari sepekan ini lumpuh. Sekolah diliburkan dan ribuan warga terserang ISPA.

Pemerintah Riau akhirnya menetapkan status darurat asap, Senin, 13 September 2015 lantaran kualitas udara memburuk. Indeks Standar Pencemaran Udara berada di atas 300 Psi atau berbahaya.(Riater/Tempo)

PENULIS : RIYAN NOFITRA

 

Akses RiauTerbit.Com Via Mobile m.riauterbit.rom
Berita Terkait Index »
Tulis Komentar Index »