Indonesia Darurat Kekerasan Seksual, I-YES Taja Diskusi Publik

Dibaca: 5562 kali  Senin,23 Mei 2016
Indonesia Darurat Kekerasan Seksual, I-YES Taja Diskusi Publik
Ket Foto : Kepala BkkbN Provinsi Riau H Yenrizal Makmur ketika memberikan materi dalam acara Diskusi Publik Penanaman Revolusi Mental Terhadap Keluarga (23/5)

RIAUTERBIT.COM-Maraknya kasus kekerasan seksual terhadap perempuan dan anak Indonesia, khususnya di Pekanbaru belakangan ini, menjadi landasan diselenggarakannya Diskusi Publik dengan judul Penanaman Revolusi Mental Terhadap Keluarga oleh Indonesian-Youth Education & Social (I-YES) Senin, 23 Mei 2016.

Kegiatan yang berpusat di Aula BkkbN Provinsi Riau tersebut mengundang antusias puluhan peserta dari berbagai komunitas, organisasi dan kampus di wilayah Pekanbaru.

Kegiatan Diskusi dengan tema "Indonesia Darurat Kekerasan Seksual Terhadap Perempuan Dan Anak" dibuka secara resmi oleh Kepala BkkbN Provinsi Riau H Yenrizal Makmur. Dalam sambutannya, Yenrizal sangat mengapresiasi adanya Diskusi Publik ini. "Kegiatan ini sangat tepat diadakan ditengah darurat kekerasan seksual, dari kegiatan ini juga masa depan remaja kedepannya dapat ditentukan" ujar Yenrizal.

Selain itu, hadir selaku Pembicara W Halim Aktivis pelindung & pemerhati perempuan dan anak, AKP Josina Lambiombir Kanit PPA Polresta Pekanbaru dan Yanuar Arif dari Psikolog Riau.

Ketua Pelaksana, yang juga merupakan Founder I-YES Hari Novar kepada riauterbit.com mengatakan, kegiatan ini diselenggarakan sebagai bentuk keprihatinan dirinya dan kawan-kawan terhadap kasus kekerasan seksual yang dewasa ini menyeruak.
"Kita berinisiatif menyelenggarakan suatu kegiatan yang mampu mencegah atau meminimalisir terjadinya kasus tersebut. Harapannya, mereka setelah selesai dari kegiatan ini bisa meneruskan apa yang mereka dapat kepada orang-orang disekitarnya" tutur Mahasiswa UMRI tersebut.

Kegiatan Diskusi ini diselenggarakan oleh I-YES, Komunitas non goverment yang terbentuk 2 tahun lalu dan bergerak dibidang Pendidikan, Sosial Masyarakat dan Lingkungan bekerjasama sama dengan Solidaritas Advokasi Pemerhati Anak (SAPA) dan BkkbN Riau.

Disamping berdiskusi, para peserta juga diminta berkomentar  dan menuangkan segala ide, gagasan ataupun saran dan masukan pasca mengikuti kegiatan tersebut.
"Segala ide dan gagasan yang tuangkan oleh peserta, nantinya akan kami audiensikan dengan pak Walikota" pungkas Hari menutup. (riter)

Akses RiauTerbit.Com Via Mobile m.riauterbit.rom
Berita Terkait Index »
Tulis Komentar Index »