PEKANBARU-(Riauterbit.com)-Penyidik Pidana Khusus (Pidsus) Kejaksaan Negeri (Kejari) Pekanbaru menetapkan Yusmedi sebagai tersangka kasus dugaan korupsi kegiatan pengadaan perlengkapan alat olahraga pada Pekan Olahraga Pelajar Nasional (Popnas) Provinsi Riau Tahun 2011.
"Kita menetapkan YS sebagai tersangka berdasarkan Surat Perintah Penyidikan Nomor Sprin-01/N.4.10/Fd.1/07, tanggal 1 Juli 2015. YS merupakan Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK) proyek tersebut," kata Kepala Kejari Pekanbaru Edy Birton di ruang kerjanya, Kamis (2/7).
Penetapan tersangka ini, sebut Edy, setelah pihaknya melalui rangkaian penyelidikan dan penyidikan. "Sejumlah saksi telah kita mintai keterangan. Termasuk YS. Setelah cukup alat bukti, kita lakukan penetapan tersangka," lanjut Edy.
Dalam kesempatan tersebut, Edy juga menyatakan kalau tidak menutup kemungkinan akan adanya tersangka baru. "Bisa jadi (ada tersangka baru,red). Kemungkinan ada tersangka baru. Tergantung hasil perkembangan hasil penyidikan," tukas Edy.
Atas perbuatannya, Yusmedi dijerat dengan Pasal 2 ayat (1), Pasal (3) juncto Pasal 18 Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan atas UU Nomor 31 tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi, juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.
Dalam kasus ini, sejumlah pihak telah dimintai keterangan sebagai saksi, baik dari Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Provinsi Riau, dan rekanan proyek dari PT Orindo Prima dengan direkturnya Anil Satbir Singh Gill.
Sementara, terhadap mantan Kadispora Riau Lukman Abbas, yang saat ini menjalani penahanan di Lembaga Pemasyarakatan Sukamiskin, Bandung, belum dilakukan pemeriksaan. "Jika dibutuhkan, yang bersangkutan (Lukman Abbas,red) akan kita periksa," pungkas Edy Birton.
Penelusuran Liputanoke, dugaan tindak pidana korupsi dalam kasus ini bermula dari hasil Laporan Hasil Pemeriksaan BPK RI Perwakilan Riau yang menemukan adanya kejanggalan dalam perhelatan Popnas tahun 2011 tersebut.
Dalam event tersebut Dispora Riau mengadakan lelang pengadaan peralatan atau alat olahraga dengan nilai kontrak Rp21 miliar. Dari informasi yang berhasil dihimpun, dugaan penyimpangan yang ditemukan BPK Perwakilan Riau tersebut sebesar Rp551 juta. (Lipo/Ms)
Pejabat Dispora Riau Resmi Tersangka Korupsi Popnas
Kantor Redaksi
Jumat, 03 Juli 2015 - 20:05:39 WIB
Logo Popnas
Pilihan Redaksi
IndexBupati Asmar Tinjau Pembangunan Jalan Tanjung Samak–Tanjung Kedabu
Polidik Polres Meranti Sasar SMA 2 Selatpanjang, Wakapolres Ingatkan Pelajar Bahaya Hoaks
Semarak Bulan Bahasa SMP se-Meranti, Sudandri Ajak Pelajar Lestarikan Bahasa Melayu
Sekda Meranti Buka Semarak Bulan Bahasa Sempena Sumpah Pemuda Lestarikan Budaya Melayu
Tulis Komentar
IndexBerita Lainnya
Index Hukrim
Polres Meranti Serahkan Kasus 25 Ton Beras Tanpa Sertifikat Karantina ke Balai Karantina Riau
Selasa, 27 Oktober 2026 - 13:07:03 Wib Hukrim
Lagi Siapkan Paket Sabu, Pria di Selatpanjang Diciduk Polsek Tebing Tinggi
Senin, 26 Oktober 2026 - 20:11:01 Wib Hukrim
Terduga Pembobol Rumah di Banglas Ditangkap Polsek Tebingtinggi
Ahad, 25 Oktober 2026 - 09:48:17 Wib Hukrim
Polres Meranti Bongkar Jaringan Narkoba Internasional, 9,3 Kg Sabu Disita, Hampir 9 Kg Dimusnahkan
Kamis, 22 Oktober 2026 - 19:48:32 Wib Hukrim

