PELALAWAN– Kontroversi mewarnai ajang Lubuk Raja Cup II. Tim Payo ZV resmi didiskualifikasi panitia usai laga melawan Siago FC pada Minggu, 23 Agustus 2026. Padahal di lapangan Payo ZV keluar sebagai pemenang dengan skor sementara 2-1.
Diskualifikasi tersebut diprotes keras oleh kubu Payo ZV. Pada Senin, 24 Agustus 2026 terjadi perundingan ulang terkait insiden tersebut di Lubuk Raja. Namun dalam mediasi itu, pihak Tim Siago tidak hadir.
Heru Late, Manajer Payo ZV, dalam mediasi tersebut mengungkapkan fakta baru. Wasit yang sebelumnya diduga terkena pukulan pemain justru membantah hal itu di hadapan Ketua Panitia Turnamen Lubuk Raja.
“Wasit yang diduga dipukul menyatakan langsung di depan ketua panitia bahwa dirinya tidak ada dipukul,” ujar Heru Late.
Tuntut Diskualifikasi Dicabut
Atas dasar itu, Tim Payo ZV meminta panitia mencabut keputusan diskualifikasi.
“Oleh sebab diskualifikasi telah dikeluarkan oleh panitia, kami tim Payo ZV meminta untuk dicabut karena sangat merugikan tim kami” tegas Heru.
Lebih lanjut, Heru Late menegaskan jika panitia tidak menggubris permintaan tersebut, maka pihaknya akan tetap hadir pada pertandingan Final.
“Apabila panitia tidak menggubris permintaan tim Payo ZV, kami akan tetap hadir pada pertandingan Final pada hari kamis tanggal 27 Agutus 2026 karena kami merupakan partai pemenang pada pertandingan saat vs Siago tersebut,” lanjutnya.
Turnamen Diduga Tak Kantongi Izin
Tak hanya soal diskualifikasi, kubu Payo ZV juga menyoroti legalitas turnamen. Setelah ditelusuri ke Kapolsek Bunut, disebut bahwa Turnamen Lubuk Raja Cup II tidak mengantongi izin keramaian.
Hingga berita ini diturunkan, Awak media mencoba menghubungi Syamsuli ketua panitia Lubuk Raja Cup II namun upaya yang dilakukan awak media belum bisa terhubung dengan yang bersangkutan guna untuk klarifikasi resmi terkait insiden dan izin keramaian Turnamen Lubuk Raja Cup II.
Insiden ini kini menjadi sorotan publik dan mempertanyakan netralitas serta profesionalitas panitia dalam menyelenggarakan turnamen.***abay_21

