Kapolri dan UAS Berdialog hingga Larut Malam di Riau, Bahas Kondisi Masyarakat hingga Green Policing

Kapolri dan UAS Berdialog hingga Larut Malam di Riau, Bahas Kondisi Masyarakat hingga Green Policing

PEKANBARU – Pendakwah Abdul Somad mengungkap isi pertemuan nonprotokoler dengan Kapolri Listyo Sigit Prabowo di kediamannya di Rimbo Panjang, Kabupaten Kampar, Riau, Selasa (7/7) malam.

Menurut UAS, pertemuan yang semula diperkirakan hanya berlangsung singkat itu justru berlanjut hingga menjelang tengah malam. Ia menyebut Kapolri datang ke Riau setelah sebelumnya menghadiri agenda bersama Presiden.

Dalam pertemuan tersebut, kata UAS, Kapolri menanyakan pandangannya mengenai kondisi masyarakat saat ini. Menurut UAS, ia menyampaikan tiga hal yang dinilai menjadi perhatian utama.

Pertama, pemerintah perlu memastikan kebutuhan dasar masyarakat terpenuhi, mulai dari harga bahan pokok yang terjangkau, biaya pendidikan yang terjangkau, kesempatan kerja bagi lulusan sekolah, layanan kesehatan yang baik, hingga kebebasan beribadah.

"Kondisi masyarakat yang lapar, menganggur, sakit, atau menghadapi kesulitan ekonomi berpotensi memicu meningkatnya keresahan sosial," ujar UAS.

Kedua, UAS menyoroti penggunaan media sosial. Ia mengusulkan penertiban akun palsu (fake account) karena dinilai kerap memperkeruh suasana dan memperbesar penyebaran informasi maupun emosi negatif di ruang digital.

Ketiga, ia mengingatkan pentingnya kehati-hatian pejabat publik dalam menyampaikan pernyataan kepada masyarakat. Menurutnya, pernyataan yang menimbulkan kontroversi dapat memicu reaksi publik yang pada akhirnya harus dihadapi aparat keamanan di lapangan.

Selain membahas kondisi sosial, UAS juga menyinggung program Green Policing yang digagas Polda Riau. Ia berharap pendekatan pelestarian lingkungan yang selama ini dijalankan dapat terus berlanjut meski terjadi pergantian pimpinan di kepolisian daerah.

UAS juga mengapresiasi pendekatan humanis yang dibangun jajaran Polda Riau, mulai dari komunikasi dengan tokoh agama, tokoh adat, hingga tokoh masyarakat. Menurutnya, hubungan yang dibangun secara personal dan kekeluargaan menjadi modal penting dalam menjaga kedekatan antara kepolisian dan masyarakat.

Pertemuan tersebut, menurut UAS, berakhir menjelang tengah malam. Meski keesokan harinya Kapolri dijadwalkan menghadiri sejumlah agenda di Provinsi Riau, diskusi disebut berlangsung hangat hingga larut malam. (rls)

Berita Lainnya

Index