KAMPAR - Pemerintah Desa Pangkalan Baru, Kecamatan Siak Hulu, menggelar Sosialisasi Konsumsi Pangan B2SA (Beragam, Bergizi, Seimbang, dan Aman) sebagai bagian dari upaya mendukung program ketahanan pangan di tingkat desa. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai pentingnya menerapkan pola konsumsi pangan yang sehat, bergizi, seimbang, dan aman dalam kehidupan sehari-hari.

Sosialisasi tersebut dihadiri oleh Kasubag Keuangan Kecamatan Siak Hulu, Amriyal, Kepala Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Kecamatan Siak Hulu, Rosmita, perwakilan Dinas Kesehatan Kabupaten Kampar, Bidan Desa, Pendamping Lokal Desa, Kepala Desa, Ketua BPD, Ketua Koperasi Merah Putih, Ketua Bumdes, Ketua LPM, PKK, Kader Posyandu, perangkat desa, serta masyarakat Desa Pangkalan Baru.

Kegiatan ini menjadi salah satu langkah strategis Pemerintah Desa Pangkalan Baru dalam memperkuat ketahanan pangan masyarakat. Melalui sosialisasi tersebut, warga diajak memahami pentingnya mengonsumsi pangan yang beragam, bergizi, seimbang, dan aman dengan memanfaatkan potensi pangan lokal yang tersedia. Langkah ini diharapkan mampu memenuhi kebutuhan gizi keluarga secara optimal sekaligus mendorong terciptanya pola konsumsi yang lebih sehat dan berkelanjutan.
Dalam kesempatan Sosialisasi tersebut, Kepala Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Kecamatan Siak Hulu, Rosmita, menegaskan bahwa pembangunan ketahanan pangan harus dimulai dari keluarga melalui perubahan pola konsumsi masyarakat.
"Ketahanan pangan tidak hanya diukur dari ketersediaan bahan pangan, tetapi juga dari bagaimana masyarakat mampu mengolah dan mengonsumsi makanan yang beragam, bergizi, seimbang, dan aman. Kami berharap sosialisasi ini dapat meningkatkan kesadaran masyarakat untuk memanfaatkan potensi pangan lokal sebagai sumber gizi keluarga sekaligus mendukung upaya pencegahan stunting," ujarnya.
"Cara kita mengolah makanan agar dapat disukai oleh anak-anak dan keluarga juga tidak kalah penting. Harus kreatif," papar Rosmita.
Dalam pemaparan materi, para narasumber menjelaskan bahwa penerapan pola konsumsi pangan B2SA memberikan berbagai manfaat, mulai dari meningkatkan kesehatan keluarga, mencegah stunting, hingga mendukung peningkatan kualitas sumber daya manusia. Selain itu, pola konsumsi yang baik juga menjadi salah satu faktor penting dalam memperkuat ketahanan pangan di tingkat rumah tangga.
Peserta juga mendapatkan edukasi mengenai pentingnya menjaga keamanan pangan, mulai dari pemilihan bahan makanan, pengolahan yang benar, hingga pemanfaatan hasil pertanian lokal sebagai sumber pangan keluarga. Edukasi tersebut diharapkan mampu mendorong masyarakat untuk lebih bijak dalam memilih dan mengolah makanan yang dikonsumsi setiap hari.
Pemerintah desa menguatkan, bahwa mereka akan terus bersinergi dengan pemerintah kecamatan, instansi terkait, serta seluruh elemen masyarakat dalam menjalankan berbagai program yang mendukung ketahanan pangan. Menurutnya, kolaborasi menjadi kunci dalam mewujudkan masyarakat yang sehat, mandiri, dan sejahtera.
Melalui kegiatan ini, Pemerintah Desa Pangkalan Baru berharap masyarakat semakin memahami bahwa ketahanan pangan tidak hanya berkaitan dengan ketersediaan bahan pangan, tetapi juga menyangkut kualitas konsumsi yang sehat, bergizi, seimbang, dan aman. Dengan meningkatnya kesadaran tersebut, diharapkan tercipta keluarga yang lebih sehat, mandiri, dan berkualitas, sekaligus memperkuat ketahanan pangan desa secara berkelanjutan. (Nadia)

