Hardiknas 2026: Penguatan Peran Strategis Pendidikan Masyarakat dalam Transformasi Sosial

Hardiknas 2026: Penguatan Peran Strategis Pendidikan Masyarakat dalam Transformasi Sosial
Dr. Yuka Martlisda Anwika., S.Pd., M.Pd. (DOC. RIAUTERBIT.COM)

RIAUTERBIT.COM– Peringatan Hari Pendidikan Nasional tidak hanya menjadi seremoni tahunan, tetapi juga momentum reflektif untuk mengevaluasi arah pembangunan pendidikan di Indonesia, Dalam konteks tersebut, pendidikan masyarakat dinilai memiliki peran strategis dalam membangun kesadaran kolektif dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat secara berkelanjutan.

Akademisi pendidikan masyarakat, Dr. Yuka Martlisda Anwika, S.Pd., M.Pd., menegaskan bahwa pendidikan tidak hanya berlangsung di ruang kelas formal, tetapi juga melalui berbagai proses pembelajaran di tengah kehidupan masyarakat. Paradigma pendidikan saat ini harus bergeser dari sekadar pendidikan formal menuju pendekatan yang lebih inklusif dan berbasis masyarakat.

“Pendidikan masyarakat memiliki peran strategis dalam menjembatani kesenjangan antara pendidikan formal dan realitas sosial. Ia menjadi instrumen penting dalam meningkatkan kapasitas individu maupun komunitas secara berkelanjutan,” ujarnya dalam keterangan resmi, Sabtu (2/5).

Menurutnya, berbagai indikator pembangunan menunjukkan bahwa pendidikan nonformal dan informal kontribusinya sangat signifikan dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia. 

Dr. Yuka menjelaskan bahwa pendidikan masyarakat berfungsi sebagai sarana penguatan literasi multidimensional, mulai dari literasi digital, literasi lingkungan, hingga literasi sosial dan ekonomi. Hal ini menjadi krusial di tengah tantangan global seperti disrupsi teknologi, perubahan iklim, dan dinamika ekonomi lokal serta mendukung dalam pewujudan 17 tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs).

Ia juga menyoroti pentingnya kolaborasi antara pemerintah, akademisi, dan masyarakat dalam mengembangkan program-program pendidikan nonformal yang relevan, berkelanjutan, kontekstual dan berbasis kebutuhan lokal. “Kita perlu memperkuat literasi masyarakat, baik literasi digital, lingkungan, maupun sosial, agar masyarakat tidak hanya menjadi objek pembangunan, tetapi juga subjek yang aktif,” tambahnya.

 “Pendidikan tidak boleh lagi bersifat top-down saja. Harus ada pendekatan partisipatif, di mana masyarakat dilibatkan sejak tahap perencanaan hingga evaluasi program, sehingga menimbulkan rasa memiliki masyarakat terhadap program tersebut,” tambahnya.

Dalam momentum Hari Pendidikan Nasional ini, Dr. Yuka mengajak seluruh pihak untuk lebih memperhatikan pengembangan pendidikan masyarakat sebagai upaya menciptakan masyarakat yang berdaya saing dan berkeadilan.

“Pendidikan sejatinya adalah proses sepanjang hayat. Oleh karena itu, investasi pada pendidikan masyarakat adalah investasi bagi masa depan bangsa,” tutupnya.

Berita Lainnya

Index