PEKANBARU – Serikat Perusahaan Pers (SPS) Provinsi Riau bersiap melakukan langkah pembenahan internal melalui rencana reshuffle kepengurusan. Agenda tersebut akan menjadi salah satu fokus utama dalam rapat pengurus yang digelar pada Rabu, 22 April 2026 di Kantor SPS Riau, Jalan Sumatera, Pekanbaru.
Ketua SPS Riau, H. Saidul Tombang, menegaskan bahwa evaluasi terhadap kinerja pengurus menjadi hal penting untuk menjaga soliditas organisasi. Pengurus yang dinilai tidak aktif atau kurang berkontribusi akan menjadi perhatian serius dalam pembahasan.
“Evaluasi ini bukan semata-mata mengganti orang, tetapi memastikan organisasi berjalan efektif dan profesional. SPS harus diisi oleh pengurus yang aktif, responsif, dan memiliki komitmen terhadap kemajuan perusahaan pers,” ujarnya.
Selain evaluasi kepengurusan periode 2025–2029, rapat juga akan dirangkai dengan kegiatan Halal Bihalal Idulfitri 1447 Hijriah sebagai momentum memperkuat silaturahmi antaranggota.
Sekretaris SPS Riau, Fitrah Dayun, menyebutkan bahwa forum ini juga menjadi ajang strategis untuk memantapkan program kerja organisasi, baik jangka pendek maupun jangka panjang.
“Ke depan, SPS Riau ingin lebih fokus pada penguatan perusahaan pers yang sehat secara bisnis, profesional dalam pengelolaan media, serta adaptif terhadap perkembangan digital,” jelasnya.
Menurutnya, tantangan industri pers saat ini semakin kompleks, mulai dari disrupsi digital, perubahan pola konsumsi informasi, hingga persoalan keberlanjutan bisnis media. Karena itu, diperlukan langkah konkret dan terukur dalam menyusun program kerja organisasi.
Sebagai organisasi yang menaungi perusahaan pers, Serikat Perusahaan Pers memiliki peran strategis dalam mendorong pertumbuhan industri media yang sehat dan profesional di Indonesia.
SPS berfungsi sebagai wadah bagi perusahaan pers untuk memperjuangkan kepentingan bersama, khususnya dalam aspek bisnis, regulasi, dan peningkatan kualitas manajemen media. Organisasi ini juga berperan dalam membangun ekosistem pers yang berkelanjutan, termasuk melalui pelatihan, advokasi, dan kerja sama dengan berbagai pihak.
Di tingkat daerah, SPS Riau menjadi garda terdepan dalam memperkuat perusahaan media lokal agar mampu bersaing di tengah arus digitalisasi. Hal ini mencakup peningkatan kapasitas manajemen, penguatan model bisnis, serta menjaga independensi dan profesionalisme pers.
Fokus Pembenahan Organisasi
Rencana reshuffle kepengurusan dinilai sebagai langkah strategis untuk memastikan roda organisasi berjalan optimal. Selain itu, SPS Riau juga akan menyusun prioritas program yang lebih terarah, seperti penguatan kelembagaan, peningkatan kualitas SDM perusahaan pers, serta ekspansi jejaring kerja sama.
Dengan agenda yang cukup padat dan strategis, kehadiran seluruh pengurus dan Dewan Pertimbangan diharapkan dapat memberikan kontribusi nyata dalam menentukan arah organisasi ke depan.
“Momentum ini penting untuk menyatukan visi dan langkah. SPS Riau harus menjadi organisasi yang kuat, solid, dan mampu menjawab tantangan zaman,” tutup Saidul.
Rapat tersebut diharapkan menghasilkan keputusan penting yang tidak hanya berdampak pada internal organisasi, tetapi juga terhadap perkembangan industri pers di Riau secara keseluruhan. (hen)

