Kampar— Isu keretakan hubungan antara Bupati Kampar Ahmad Yuzar dengan Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas PUPR Kampar, Afrudin Amga, mencuat dan menjadi perbincangan publik di awal April 2026. Namun, kabar tersebut dibantah oleh sejumlah pihak, termasuk tokoh Kampar yang juga bagian dari tim sukses pasangan Repol–Rahmad Jevary Juniardo (Redo), Nur Adlin.
Afrudin Amga sendiri menanggapi santai isu yang beredar. Ia menilai, sebagai pejabat publik, dirinya tidak bisa lepas dari sorotan, baik dalam pemberitaan positif maupun negatif.
“Biasalah, apalagi ini berita yang katanya-katanya, tidak perlu ditanggapi betul,” ujar Amga, Rabu (1/4/2026).
Di sisi lain, isu ini disebut-sebut berkaitan dengan rencana assessment jabatan eselon II di lingkungan Pemerintah Kabupaten Kampar. Sejumlah pihak menduga, munculnya kabar tersebut sarat kepentingan.
“Mungkin ada yang ingin mengisi posisi beliau, sehingga muncul isu-isu seperti ini,” ujar seorang warga.
Bekas Timses Repol ini turut menilai pemberitaan soal retaknya hubungan tersebut tidak berdasar dan cenderung tidak logis. Menurutnya, relasi antara kepala daerah dan pejabat teknis berada dalam struktur hierarkis, bukan hubungan horizontal yang bisa disebut “retak”.
“Bupati itu pemegang kendali penuh, apalagi Pak Ahmad Yuzar dikenal detail dalam memberi arahan. Tidak mungkin bawahannya salah menafsirkan instruksi,” kata Nur Adlin.
Ia juga menegaskan bahwa posisi kepala dinas adalah pelaksana kebijakan kepala daerah, bukan sebaliknya.
“Tidak ada program kadis, yang ada program bupati. Jadi narasi ‘retak’ itu tidak tepat dalam konteks hubungan atasan dan bawahan,” tambahnya.
Dalam konteks politik, Nur Adlin yang diketahui pernah menjadi bagian dari tim pemenangan pasangan Redo pada Pilkada Kampar 2024, menilai isu tersebut berpotensi memecah suasana jika tidak disikapi bijak.
Ia mengimbau masyarakat dan para elite untuk menjaga kondusivitas, terutama dalam momentum Syawal yang identik dengan silaturahmi dan saling memaafkan.
“Jangan sampai bahasa-bahasa yang memecah belah justru muncul di momen seperti ini. Harusnya kita saling merangkul,” ujarnya.
Sementara itu, dinamika internal birokrasi di Kampar disebut tetap berjalan sebagaimana mestinya. Afrudin Amga yang sebelumnya dikenal sebagai birokrat, kini menjabat Plt Kadis PUPR setelah terjadi rotasi jabatan di lingkungan Pemkab Kampar.
Meski sempat dikaitkan dengan dinamika politik pasca Pilkada, hingga kini belum ada pernyataan resmi yang membenarkan adanya keretakan hubungan antara dirinya dengan Bupati Ahmad Yuzar. (*)

