BANGKINANG — Sekretaris Daerah Kabupaten Kampar, H. Hambali, kembali menjalankan aktivitas di kantor usai menghadiri Rapat Koordinasi Sekda dan Kepala Bappeda se-Indonesia di Kampus IPDN Jatinangor, Jawa Barat, pada 27–30 Oktober 2025. Jumat (31/10/2025) pagi, Hambali tampak memimpin apel pegawai di halaman Kantor Bupati Kampar sebelum kembali ke ruang kerjanya.
Kehadirannya menarik perhatian publik setelah sebelumnya ramai diberitakan karena pernyataannya yang menyinggung Bupati Kampar H. Ahmad Yuzar sebagai “pembohong luar biasa” dan “zholim” di media sosial pertengahan Oktober lalu.
Namun dalam apel pagi tersebut, Hambali justru menyampaikan ajakan damai kepada seluruh ASN dan PPPK di lingkungan Pemkab Kampar agar tetap mendukung kepemimpinan Bupati dan Wakil Bupati Ahmad Yuzar–Misharti.
“Kita harus dukung pimpinan dan programnya. Ambil hikmah dari peristiwa yang terjadi,” ujar mantan Penjabat Bupati Kampar itu.
Kepada wartawan yang menemuinya siang harinya, Hambali menegaskan bahwa dirinya tidak akan mundur dari jabatan Sekda. Ia menyebut, evaluasi jabatan baru bisa dilakukan setelah masa jabatannya genap dua tahun pada 10 November 2025.
“Kalau sekarang diminta mundur, saya tak akan mundur setapak pun,” tegasnya.
Hambali juga menegaskan bahwa evaluasi di bawah dua tahun hanya bisa dilakukan jika ada pelanggaran berat, seperti asusila atau korupsi. “Ini kan tidak ada yang saya langgar, saya tidak ada korupsi,” ujarnya.
Dalam kesempatan itu, Hambali mengisyaratkan apel yang ia pimpin mungkin menjadi yang terakhir jika Bupati memutuskan menggantinya. Meski demikian, ia menegaskan masih memiliki tanggung jawab moral untuk menuntaskan proyek-proyek tunda bayar yang belum diselesaikan pemerintah daerah.
“Selama saya masih Sekda, saya akan tuntaskan dulu tanggung jawab itu,” katanya.
Hambali menyebut proyek tunda bayar menjadi amanat penting dari pemerintah pusat. Menurutnya, penyelesaian kewajiban kepada pihak ketiga merupakan bentuk tanggung jawab moral dan administratif sebelum melangkah ke program baru.
Sejumlah proyek yang disebut turut terdampak tunda bayar adalah milik Zaini, ASN yang dikenal dekat dengan Hambali dan sudah lama menjadi rekanan kontraktor Pemkab Kampar. Zaini, bersama Dewi Hadi yang juga disebut sebagai sahabat sekaligus “pembisik” politik Hambali, kerap mengerjakan proyek daerah sejak Hambali menjabat sebagai Penjabat Bupati hingga kini sebagai Sekda.
“Efisiensi anggaran nasional tahun lalu membuat sebagian proyek belum terbayar. Maka hasil efisiensi itu harus kita gunakan untuk melunasi kewajiban kepada pihak ketiga,” ujar Hambali menegaskan.
Hambali juga mengaku belum sempat berkomunikasi langsung dengan Bupati Ahmad Yuzar maupun Wakil Bupati Misharti setelah pulang dari Jatinangor.
“Saya mau kasih oleh-oleh pin dari Kemendagri, tapi telepon saya belum diangkat Pak Bupati dan Wabup juga,” ujarnya sambil tersenyum menunjukkan dua pin bergambar Garuda.
Dengan sikap tegas namun bernada damai, Hambali seolah ingin menutup masa jabatannya dengan pesan: menyelesaikan yang belum tuntas — termasuk proyek milik sahabatnya yang sudah lama menunggu pencairan. (Jk)

