Riauterbit. Jika berkunjung ke kawasan wisata Stanum Resort, jangan lupa singgah di Mushola Jami’ Stanum. Mushola yang menjadi saksi sejarah perkembangan kawasan wisata yng berada ditengah kota Bangkinang ini sudah berdiri sejak lama.

Menurut pengelola Stanum Resort, Gopur, Kamis ( 12/06/2025), mushola jami' stanum ini bukan sekadar tempat ibadah, tapi juga cerminan warisan budaya yang kaya.
"Dengan arsitektur yang terinspirasi dari Masjid Jami salah satu masjid tertua dan paling bersejarah di Kabupaten Kampar mushola ini hadir dengan nuansa klasik yang sarat makna. Atap bersusun, tiang-tiang kayu, dan sentuhan tradisionalnya membawa kita pada perjalanan spiritual sekaligus napak tilas kejayaan Islam di masa lampau," ujarnya.
"Di tengah modernitas Kota Bangkinang, Mushola Jami’ Stanum menjadi oase yang menyatukan nilai religius dan kearifan lokal," ungkapnya lagi.
Gopur juga menerangkan jika berkunjung ke stanum resort untuk mencari ketenangan sambil berliburan, mushola jami' ini menjadi salahsatu alternatif terbaik.
"Saat ini, pembaharuan mushola jami' stanum sudah rampung. Jadi para pengunjung tidak risau lagi jika ingin beribadah saat liburan disini. Bagi siapa pun yang singgah, tempat ini bukan hanya menghadirkan ketenangan dalam sujud, tetapi juga menghadirkan kebanggaan akan identitas dan sejarah Kampar yang patut dijaga. Intinya sambil liburan, kita juga mendapatkan ketenangan jiwa," tutupnya.
Sepenggal sejarah dari Mesjid Jami' Air Tiris

Masjid Jami Air Tiris adalah salah satu masjid tertua di kabupaten Kampar, provinsi Riau, indonesia.
Masjid ini dibangn pada tahun 1901 M, atas prakarsa seorang ulama bernama Engku Muda Songkal, sebagai panitia pembangunannya adalah yang disebut dengan “Ninik Mamak Nan Duo Boleh” yaitu para ninik-mamak dari berbagai suku yang ada dalam seluruh kampung.
Keunikan masjid ini adalah, bahwa seluruh bagian bangunan terbuat dari kayu, tanpa menggunakan besi sedikitpun, termasuk paku. Tahun 1904 masjid ini selesai dibangun dan diresmikan oleh seluruh masyarakat Air Tiris dengan menyembelih 10 ekor kerbau.
Masjid ini terletak di desa Tanjung Berulak, Pasar Usang, Kecamatan Kampar, Kabupaten Kampar, Riau, Indonesia. Berjarak Lebih kurang 13 km dari Bangkinang, Ibu kota Kabupaten Kampar dan 52 km dari Pekanbaru, Riau. Berdiri di tepi Sungai Kampar, di lokasi ini dahulu juga terdapat pasar, tempat orang- orang singgah untuk berdagang dari Sumatra Barat hingga Siak melalui transportasi air.
(Yb)

