Senin Ini Pertemuan Laskar Lintas Organisasi dan Media, Perkuat Konsolidasi Perjuangan Riau Istimewa

Senin Ini Pertemuan Laskar Lintas Organisasi dan Media, Perkuat Konsolidasi Perjuangan Riau Istimewa
Lembaga Adat Melayu Riau (LAM Riau) Jalan Dipenegoro Pekanbaru

Pekanbaru – Badan Pekerja Perwujudan Daerah Istimewa Riau (BPP-DIR) melalui Koordinasi Bidang Hubungan Antar Lembaga akan menggelar silaturahmi bersama awak media sebagai bagian dari konsolidasi perjuangan Riau Istimewa. Pertemuan ini akan dilaksanakan pada Senin, 2 Juni 2025 pukul 13.00 WIB di Balai Adat LAMR Provinsi Riau, Jalan Diponegoro, Pekanbaru.

Kegiatan bertajuk Laskar Media Daerah Istimewa Riau ini diharapkan mempererat sinergi antara insan pers dan Laskar Perjuangan DIR dalam menyuarakan hak-hak dan keistimewaan Riau berdasarkan aspek historis, budaya, dan konstitusional.

Setiap media diminta mengutus satu orang perwakilan dan diwajibkan hadir sesuai dengan daftar yang telah diisi. Panitia menegaskan bahwa kegiatan ini murni perjuangan moral dan kultural, tanpa dukungan dana atau fasilitas, sehingga peserta diimbau hadir dengan penuh kesadaran dan komitmen perjuangan.

Panitia juga menekankan bahwa perjuangan ini membutuhkan dukungan penuh dari media dan seluruh lapisan masyarakat Riau. Media dinilai menempati posisi strategis dalam menyampaikan informasi dan membentuk opini publik, sehingga keberadaannya menjadi bagian tak terpisahkan dari langkah-langkah menuju pengakuan keistimewaan Riau.

“Pers adalah mitra strategis. Tanpa media, suara perjuangan ini tidak akan sampai ke ruang publik dan pemangku kebijakan nasional. Maka silaturahmi ini menjadi sangat penting,” ungkap perwakilan BPP-DIR.

Panitia menyampaikan bahwa perjuangan keistimewaan Riau memiliki dasar hukum dan legitimasi sejarah yang kuat, antara lain:

Pasal 18B ayat (1) UUD 1945: "Negara mengakui dan menghormati satuan-satuan pemerintahan daerah yang bersifat khusus dan istimewa yang diatur dengan undang-undang."

UU Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah, Pasal 7 ayat (2) huruf c, yang membuka ruang pengakuan daerah dengan kekhususan dan/atau keistimewaan berdasarkan sejarah dan karakteristik lokal.

Fakta sejarah dan kontribusi Riau terhadap negara, termasuk sebagai wilayah penghasil migas terbesar serta basis perjuangan kemerdekaan dan peradaban Melayu.

Tokoh-tokoh yang akan hadir dalam pertemuan ini antara lain Datuk Firman Edi, Panglima Afrizal Anjo, Panglima Muhammad Uzer, Panglima Juprian, Panglima Muhammad Khalid, Panglima Herman Yahya Domo dan Datuk Azmi Aziz.

Melalui kegiatan ini, BPP-DIR berharap terbangun jejaring komunikasi yang kuat antara media dan pejuang keistimewaan Riau, demi memperkuat perjuangan konstitusional menuju pengakuan resmi Daerah Istimewa Riau di tingkat nasional. (hr)

 

Berita Lainnya

Index