Pekanbaru — Anggota DPR RI Dapil Riau II dari Fraksi PAN, Ir. H. Sahidin, angkat bicara terkait isu yang menyebut dirinya tidak membawa program pembangunan ke daerah. Sahidin menegaskan, bukan dirinya saja yang tidak mendapatkan alokasi program dari pusat, melainkan seluruh anggota Komisi II DPR RI memiliki keterbatasan serupa.
“Saya luruskan kembali bahwa bukan hanya saya. Begitu juga kawan-kawan lainnya di Komisi II DPR RI, kemungkinan juga tidak ada yang bisa dapat anggaran yang akan dibawa untuk daerah,” ujar Sahidin saat dihubungi, Senin (7/5/2025).
Sahidin menyebut, sebagai anggota Komisi II, mitra kerjanya adalah kementerian dan lembaga yang tidak memiliki kewenangan langsung dalam program bantuan fisik atau ekonomi masyarakat.
“Orang masyarakat ada yang minta bantuan kelompok tani, mana ada anggaran di tempat kami. Mau usul bantuan kerbau, mitra saya itu Mendagri, KPU, Bawaslu. Minta bantuan kelompok tani, di tempat siapa itu namanya? tito ya” kata Sahidin.
“Nah Tito (Mendagri Tito Karnavian) itu mitra saya, mana ada kerbau di situ? Jangan kan kerbau, cirik kobau pun ndak ado di situ.”jelasnya.
Komisi II DPR RI memang membidangi urusan pemerintahan dalam negeri, reformasi birokrasi, kepemiluan, dan agraria, dengan mitra kerja seperti Kementerian Dalam Negeri, Kementerian PAN-RB, ATR/BPN, KPU, Bawaslu, hingga DKPP. Tidak ada kementerian teknis seperti Kementerian Pertanian atau Kementerian PUPR yang berwenang menyalurkan bantuan langsung ke masyarakat.
Karena alasan tersebut, Sahidin menyatakan dirinya telah mengajukan pindah komisi agar bisa lebih optimal memperjuangkan program untuk konstituen di Riau.
“Mulai hari ini saya sudah pindah ke Komisi IX. Mudah-mudahan nanti ada program untuk rakyat,” katanya.
Ia meminta masyarakat tidak mudah terpengaruh isu miring yang menyebut dirinya tak berbuat untuk daerah. “Itu tolong luruskan ke masyarakat, karena hanya orang-orang yang tidak suka sama saya saja buat isu seperti itu,” tegasnya.
“Mau berbuat bagaimana, anggaran mitra kerja Komisi II memang tidak ada yang bisa dibawa ke daerah. Oke ya, makasih,” tutup Sahidin. (ak)

