KUANSING – Adit resmi mengemban amanah sebagai anggota DPRD Kabupaten Kuantan Singingi (Kuansing) melalui proses Pergantian Antar Waktu (PAW), menggantikan Aldiko Putera yang diberhentikan oleh DPP Partai Kebangkitan Bangsa (PKB). Pelantikan ini menandai langkah baru bagi Adit untuk tampil di panggung politik formal, setelah sebelumnya dikenal sebagai aktivis muda yang vokal memperjuangkan kepentingan masyarakat.
Pelantikan Adit dilaksanakan dengan berpedoman pada Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2014 tentang MPR, DPR, DPD, dan DPRD (UU MD3), serta PKPU Nomor 6 Tahun 2017 tentang PAW DPRD Kabupaten/Kota. Ketua PKB Kuansing, Musliadi alias Cakmus, menegaskan bahwa proses PAW sudah berjalan sesuai aturan partai dan ketentuan hukum yang berlaku. “Setiap kader harus tunduk dan patuh pada keputusan DPP. Ini keputusan final dan sah secara hukum,” ujarnya.
Meski sebelumnya sempat muncul riak politik, namun hingga kini tidak ada putusan hukum yang membatalkan keputusan partai, sehingga pelantikan Adit dinyatakan sah dan konstitusional. Justru, kehadiran Adit dinilai menjadi momentum penyegaran dan harapan baru di tubuh legislatif Kuansing.
Dikenal sebagai mantan aktivis dan tokoh muda yang kerap membela rakyat kecil, Adit selama ini aktif dalam berbagai kegiatan sosial dan advokasi publik. Ia juga memiliki kedekatan dengan Gubernur Riau Abdul Wahid, yang oleh sebagian pihak dinilai dapat menjadi jembatan strategis dalam memperjuangkan aspirasi masyarakat Kuansing di tingkat provinsi.
“Semoga ini menjadi jalan keluar bagi rakyat. Dengan kedekatannya bersama Pak Gubernur, Bang Adit bisa membawa kue APBD Riau lebih banyak ke Kuansing,” ungkap Wahyu, mahasiswa asal Kuansing yang kini menempuh studi di Pekanbaru.
Sambutan positif juga datang dari masyarakat di kampung halaman. “Kami percaya Bang Adit bisa menjalankan amanah dengan baik, dan tidak tergelincir dalam hal-hal negatif seperti narkoba, miras, atau pergaulan tidak sehat,” kata Hendri, salah satu warga Kuansing.
Ia menambahkan, “Kalau sudah duduk di dewan, jadilah wakil rakyat yang benar. Jangan salah gunakan kekuasaan dan uang. Kami butuh wakil yang benar-benar peduli dan kerja nyata.”
Masyarakat berharap Adit mampu menjadi penghubung antara rakyat dan pemerintah daerah, khususnya dalam mendorong program-program pembangunan Bupati Suhardiman Amby yang selama ini berfokus pada infrastruktur dan pelayanan dasar.
Dengan pelantikan ini, harapan pun mengalir: agar suara rakyat lebih kuat terdengar di ruang kebijakan, dan keadilan anggaran bisa dirasakan lebih merata hingga pelosok Kuansing. (rls)

