Bicara RUU TNI, UAS: Kita Ikut Keputusan Perwakilan Rakyat

Bicara RUU TNI, UAS: Kita Ikut Keputusan Perwakilan Rakyat

Pekanbaru, Gentaonline– Pro dan kontra seputar Rancangan Undang-Undang Tentara Nasional Indonesia (RUU TNI) terus menjadi perbincangan publik. Kali ini, pendapat datang dari tokoh ulama nasional, Prof. H. Ustadz Abdul Somad, Lc., D.E.S.A., Ph.D (UAS), usai memberikan tausiyah di Korem 031/Wira Bima, Pekanbaru, Sabtu (19/4/2025).

UAS menegaskan bahwa keputusan yang telah diambil dalam Sidang Paripurna DPR RI merupakan hasil dari sistem demokrasi yang berjalan sesuai dengan nilai-nilai Pancasila, khususnya sila keempat.

> “Kita ini negara demokrasi. Rakyat memilih anggota dewan sebagai perwakilan. Kalau anggota dewan sudah memutuskan, itu berarti keputusan kita bersama,” ujar UAS dalam wawancara singkat bersama awak media.

 

Ia menjelaskan bahwa keputusan yang dihasilkan DPR RI bukan keputusan sepihak, melainkan bentuk permusyawaratan melalui wakil rakyat yang telah dipilih oleh masyarakat.

> “Ini bukan diputuskan oleh raja. Saya sebagai warga masyarakat, kita memilih anggota dewan dari Riau. Kemudian mereka bersidang di DPR RI. Ketika mereka bersidang, saya, kamu, kita semua ikut pada keputusan mereka,” katanya.

Menanggapi adanya penolakan dari sebagian masyarakat terhadap pengesahan RUU TNI, UAS menyarankan untuk menyampaikan aspirasi secara santun dan konstitusional. Bahkan, ia mengajak masyarakat yang tidak sepakat untuk ikut terjun ke dunia politik.

 “Kalau tidak setuju, silakan maju sebagai calon anggota dewan di 2029. Kalau terpilih, ikut sidang dan di situ bisa menyampaikan pendapat,” tambahnya.

UAS juga mengingatkan bahwa NKRI dibangun di atas dasar Pancasila, yang salah satu prinsipnya adalah permusyawaratan melalui wakil rakyat.

 “Sila keempat itu permusyawaratan yang diputuskan oleh perwakilan. Kita punya perwakilan, itu tadi anggota dewan. Kalau tidak setuju, sampaikanlah aspirasi kita dengan cara yang benar. Karena kalau tidak, menang jadi arang, kalah jadi abu,” tegasnya.

Di akhir pernyataannya, UAS berharap agar masyarakat tetap menjaga kedamaian dan mengikuti jalur yang telah diatur oleh konstitusi.

 “Masalah kita banyak di negara ini. Belum selesai satu masalah, timbul masalah lain. Jadi bagaimana kita ikuti koridor ini, maka Insha Allah negeri ini aman, damai. Itu yang kita harapkan,” tutup UAS.  (lelek)

 

Berita Lainnya

Index