Oleh Edy Lelek
Pagi itu, matahari belum sepenuhnya meninggi ketika ratusan lelaki berseragam hitam-hitam mulai berdatangan ke sebuah bangunan di Komplek Perkantoran Air Hitam, Pekanbaru. Mereka bukan aparat negara, tapi sikap dan langkah mereka tampak penuh disiplin. Di dada kiri mereka tersemat logo GRIB Jaya—Gerakan Rakyat Indonesia Bersatu. Mereka adalah Satgassus, Satuan Tugas Khusus yang menjadi tulang punggung organisasi itu di Provinsi Riau.
Di bawah komando Panglima Pendi, pasukan ini tengah bersiap untuk momen penting: pelantikan Dewan Pimpinan Daerah GRIB Jaya Riau yang dijadwalkan pada Mei mendatang. Persiapan bukan sekadar soal teknis panggung dan undangan. Ini soal konsolidasi kekuatan dan peneguhan visi. “Kami sudah siap 80 persen. Hari H tinggal menyempurnakan,” kata Pendi saat ditemui di sela latihan koordinasi, Minggu, 13 April 2025.
Di halaman markas, para anggota Satgassus terlihat melakukan latihan formasi dan simulasi pengamanan acara. Tak ada teriakan. Semua berjalan dalam isyarat. Menurut Pendi, seluruh anggota sudah melalui pelatihan fisik dan mental. “Kami bukan cuma tampil gagah, tapi harus punya integritas,” ucapnya.
Satgassus bukan unit biasa. Dalam struktur GRIB Jaya, mereka adalah satuan inti, bertugas langsung menjalankan misi organisasi di lapangan. Panglima Pendi menyebut pasukannya bukan hanya siap menjaga pelantikan, tetapi juga menjalankan peran sebagai penjaga keadilan sosial. “Kami ingin GRIB Jaya hadir untuk masyarakat. Siapa yang terzalimi, akan kami bantu. Termasuk urusan mafia tanah dan penindasan oleh oknum kekuasaan,” ujarnya dengan nada mantap.
Ketua DPD GRIB Jaya Riau, Irfan Raja Kumala, menyebut Satgassus sebagai barisan elite yang langsung bergerak berdasarkan arahannya. Ia menyematkan semboyan: Siap, Setia, Berani. “Ini bukan slogan kosong. Kami tegakkan dengan disiplin dan loyalitas,” ujarnya.
Pelantikan nanti dijadwalkan dihadiri langsung oleh Ketua Umum GRIB Jaya, Hercules Rosario de Marshal. Nama Hercules bukan sekadar ikon, tapi simbol sejarah organisasi yang tumbuh dari akar masyarakat, terutama di kawasan urban dan pinggiran. Di Riau, GRIB Jaya berkembang cepat dalam beberapa tahun terakhir, menyentuh 12 kabupaten/kota.
Irfan menyebut kehadiran ribuan anggota saat pelantikan nanti sebagai penegasan soliditas organisasi. “Kami tidak hanya ramai di atas kertas. Di lapangan, kami siap hadir penuh.”
Panglima Pendi menutup sesi wawancara dengan satu kalimat pendek yang terasa seperti aba-aba: “Kami tidak sedang main-main. Ini tentang komitmen, untuk rakyat.”
Rls

