Sedinginan, Rokan Hilir, Senin (31 Maret 2025) – Ribuan umat Islam di Kelurahan Sedinginan, Kecamatan Tanah Putih, Kabupaten Rokan Hilir, dengan penuh suka cita menyambut Hari Raya Idul Fitri 1446 H. Sejak pagi, jamaah berbondong-bondong menuju Masjid Raya Darul Hidayah untuk menunaikan ibadah sholat Idul Fitri yang menjadi puncak perayaan setelah sebulan penuh menjalankan ibadah puasa.
Pelaksanaan sholat Id kali ini berlangsung khusyuk dan khidmat, dipimpin oleh imam dan khatib yang menyampaikan pesan persaudaraan, ketakwaan, dan pentingnya menjaga tradisi keislaman yang kuat di Sedinginan. Ribuan jamaah, termasuk mereka yang datang dari luar kota untuk merayakan Idul Fitri bersama keluarga, memadati masjid hingga ke halaman luar.
Dalam kesempatan ini, Plt Camat Tanah Putih, Muhammad Harizal, turut hadir dan menyampaikan sambutan kepada seluruh warga yang merayakan Idul Fitri.
“Kami mengucapkan selamat Hari Raya Idul Fitri 1446 H, mohon maaf lahir dan batin. Semoga kebersamaan ini semakin mempererat tali silaturahmi dan membawa keberkahan bagi kita semua,” ujarnya.
Muhammad Harizal mengatakan bahwa ia resmi menjabat setelah ditunjuk oleh Bupati Bistamam sebagai Plt Camat Tanah Putih sesuai dengan Surat Keputusan (SK) yang diterbitkan pada Selasa (11/3/2025) dan mulai bertugas di Tanah Putih pada Rabu (12/3/2025). Ia juga mengajak masyarakat untuk bersama-sama mendukung dirinya sebagai koordinator di kecamatan agar dapat menjalankan tugas dengan baik dan memajukan Kecamatan Tanah Putih.
Selain sholat Id, rangkaian acara Idul Fitri di Sedinginan telah dimulai sejak malam sebelumnya dengan gema takbiran yang berlangsung meriah. Suasana haru dan kebahagiaan tampak di wajah masyarakat yang menyambut kemenangan setelah sebulan penuh berpuasa.
Kelurahan Sedinginan memiliki sejarah panjang sebagai pusat spiritual dan peradaban Islam di Rokan Hilir. Kampung ini dikenal sebagai tempat berkembangnya tarekat Naqshbandiyah, sebuah aliran tasawuf yang memiliki banyak pengikut di kawasan Sumatra. Sejak dahulu, Sedinginan menjadi tempat berkumpulnya para khalifah dan murid-murid suluk yang menekuni perjalanan ruhani dalam mencari kedekatan dengan Allah SWT.
Tokoh ulama terkemuka yang sangat dihormati di Sedinginan adalah Tuan Guru Syekh Abdul Kholid. Beliau dikenal sebagai pemuka masyarakat yang berperan penting dalam pengembangan pendidikan dan spiritual di daerah tersebut. Sebagai bentuk penghormatan atas jasanya, namanya diabadikan pada beberapa institusi pendidikan di Sedinginan, seperti Madrasah Diniyah Al-Kholidiyah dan MTsS Al-Kholidiyah. Kedua lembaga ini berperan penting dalam memberikan pendidikan agama kepada generasi muda setempat.
Sejarah mencatat bahwa Syekh Abdul Kholid pernah mengalami peristiwa bersejarah di Telukbakung, ketika beliau terdampar akibat tali perahu yang putus saat melintasi Sungai Rokan. Beruntung, masyarakat Sedinginan yang berada di Telukbakung membantunya kembali ke Sedinginan dengan selamat. Kisah ini menjadi bagian dari jejak sejarah yang terus dikenang oleh masyarakat setempat.
Selain sebagai pusat keislaman, Sedinginan juga dikenal sebagai salah satu kampung tua di Rokan Hilir yang memiliki sejarah panjang dalam peradaban Melayu. Dahulu, wilayah ini menjadi bagian dari jalur perdagangan dan persinggahan para saudagar yang melintasi Sungai Rokan. Jejak sejarah masih terlihat dari arsitektur bangunan lama dan tradisi budaya yang masih lestari di tengah masyarakat.
Masyarakat Sedinginan memiliki kearifan lokal yang kuat dalam menjaga nilai-nilai adat dan tradisi keislaman. Setiap perayaan besar seperti Idul Fitri, tradisi saling berkunjung dan menggelar kenduri masih terus dijaga sebagai bentuk syukur dan kebersamaan.
Dengan sejarah panjangnya sebagai pusat peradaban Islam dan budaya Melayu, Sedinginan terus berkembang tanpa meninggalkan akar tradisinya. Perayaan Idul Fitri setiap tahunnya menjadi momen penting bagi masyarakat untuk merayakan kebersamaan dan memperkuat nilai-nilai keislaman yang telah diwariskan dari generasi ke generasi. (red)

