Menjelang Akhir Ramadan
Oleh: Azmi bin Rozali
Bulan suci Ramadan 1446 Hijriyah kini hanya menyisakan empat hari lagi. Waktu terasa begitu cepat berlalu, meninggalkan kita dalam perasaan haru dan penuh introspeksi.
Keberkahan, ampunan, dan rahmat yang melimpah di bulan ini akan segera berakhir. Yang lebih menyentuh hati, belum tentu kita berkesempatan bertemu kembali dengan Ramadan di tahun depan.
Empat hari menjelang perpisahan ini adalah momen yang sangat berharga. Ramadan adalah bulan di mana amal dilipatgandakan, doa diijabah, dan pintu surga dibuka selebar-lebarnya. Namun, kini ia akan segera beranjak pergi.
Oleh karena itu, inilah saatnya memperbanyak istighfar, memohon ampun atas segala kelalaian, serta memaksimalkan ibadah sebelum bulan penuh keistimewaan ini benar-benar berakhir.
Teladan Rasulullah di Akhir Ramadan
Rasulullah memberikan contoh luar biasa dalam mengisi hari-hari terakhir Ramadan. Aisyah radhiyallahu ‘anha meriwayatkan:
"Rasulullah ? apabila telah masuk sepuluh hari terakhir bulan Ramadan, beliau menghidupkan malamnya, membangunkan keluarganya, bersungguh-sungguh dalam ibadah, dan mengencangkan ikat pinggangnya." (HR. Bukhari dan Muslim)
Beberapa amalan yang Rasulullah perbanyak di akhir Ramadan, antara lain:
1. Meningkatkan kualitas dan kuantitas ibadah
Rasulullah ? lebih bersungguh-sungguh dalam beribadah di sepuluh hari terakhir dibandingkan hari-hari sebelumnya. Beliau menghidupkan malam dengan shalat, dzikir, dan membaca Al-Qur'an.
2. Membangunkan keluarga untuk beribadah
Rasulullah tidak hanya beribadah sendiri, tetapi juga mengajak keluarganya agar mereka pun tidak kehilangan kesempatan meraih keberkahan malam-malam terakhir Ramadan.
3. Melakukan i’tikaf
Rasulullah senantiasa ber-i’tikaf di sepuluh hari terakhir Ramadan, menghabiskan waktu di masjid untuk mendekatkan diri kepada Allah dengan penuh kekhusyukan.
4. Mencari malam Lailatul Qadar
Malam yang lebih baik dari seribu bulan ini diyakini terjadi pada salah satu malam ganjil dalam sepuluh hari terakhir Ramadan. Rasulullah sangat bersungguh-sungguh mencarinya dengan memperbanyak doa, khususnya:
"Allahumma innaka ‘afuwwun tuhibbul ‘afwa fa’fu ‘anni."
(Ya Allah, sesungguhnya Engkau Maha Pengampun dan mencintai ampunan, maka ampunilah aku.)
Menutup Ramadan dengan Amal Terbaik
Kini, Ramadan akan segera pergi, meninggalkan kita dengan catatan amal yang telah kita torehkan. Apakah amal kita diterima? Apakah dosa kita telah diampuni? Pertanyaan-pertanyaan ini patut kita renungkan.
Di sisa waktu ini, marilah kita meneladani Rasulullah dengan memperbanyak ibadah, mendekatkan diri kepada Allah, serta memperbaiki hubungan dengan sesama.
Semoga kita termasuk orang-orang yang mendapatkan keberkahan Ramadan dan diberi kesempatan untuk bertemu kembali dengan bulan suci ini di tahun yang akan datang. Aamiin.
Penulis adalah coach dan trainer nasional, pernah tiga periode menjabat anggota DPRD Kabupaten Bengkalis.

