Satgas Adat Sebut Para Mafia PT Tasmapuja Sudah Mulai Kepanasan

Satgas Adat Sebut Para Mafia PT Tasmapuja Sudah Mulai Kepanasan

Pekanbaru--Satgas Adat Kenegrian Kampa mengatakan bahwa PT Tasma Puja melakukan pembohongan publik bahwa apa yang disampaikan Humas PT Tasma Puja, Dian Alfathy hanya membodohi masyarakat dan cendrung berfikiran seperti penjajah.

"Para mafia PT Tasmapuja diduga sudah kepanasan "ujar ketua satgas Adat Kenegerian Kampar, Pebrian Winaldy, selasa siang saat ditemui di Pekanbaru.

Menurutnya saat ini Satgas Adat Kenegerian Kampar sedang melakukan proses untuk mengecek perusahaan PT Tasmapuja di Mabes Polri dan kami minta bapak Kapolri segera mengambil langkah tegas  menyita semua aset PT Tasmapuna yang merugikan rakyat dan negara.

Menurut Pebri humas PT Tasmapuja tidak tau diri dan tidak tau diuntung, baru saja dia tinggal di Kampar kayak hafal pula tentang Adat Kenegerian Kampar 

"Mungkin dia disamakan kami ini dengan oknum yang lain bisa disuap, iam sorry bung Dian kita bukan sekelas yang kau bayangkan dan kami murni mempertahankan tanah negara dan rakyat tidak ada motif ekonomi,  mungkin sebelum sebelumya nya PT Tasmapuja bisa menyuap orang yang kelaparan tapi bagi saya tidak ada negosiasi, kembalikan saja hak masyarakat dan negara, jangan Dian itu samakan kami dengan orang yang dekat beliau bisa dikasih receh, kami murni keadilan untuk rakyat mohon maaf mungkin banyak uang saya dari pada Dian humas itu," tegas Pebri.

Pebri juga ingatkan kepada oknum yang bermain didalam urusan ini tunggu saja tanggal mainnya,kalau memang PT Tasmapuja benar mana buktinya, jangan hanya dijawab dengan retorika saja.

Lebih lanjut menurut Pebri seperti inilah PT Tasmapuja mungkin mereka anggap rakyat kampar ini bodoh atau seperti kambing yang bisa diatur.

"Udah stop semua permainan kalian yang selama puluhan tahun ini yang merugikan rakyat dan negara trilliunan, sudah saat nya kalian bertanggung jawab kepada negara dan kembalikan semua semua hak rakyat.

"Hai Dian kamu cuman humas yang tidak tau apa-apa, cuman sekelas karyawan mangkanya rakyat satgas adat tidak mau ketemu berunding dengan humas, dia (anak buah) yang tidak bisa ambil keputusan" jelas Pebri.

Masih menurut Pebri apa yang kalian lakukan dan kalian sembunyikan akan terbongkar dalam waktu dekat,ini atensi presiden untuk segera habisi semua mafia kebun sawit ilegal, saya ingatkan jangan coba ada oknum yang bermain terhadap kerugian negara dan rakyat puluhan tahun ini.

"Kemanapun kalian sembunyi akan kami kejar kejahatan kalian,sudah kami catat satu kongkalingkong kalian,tinggal kita bongkar saja kemana kalian kasih suap dan yang menerima suap sudah ada di catatan kita tinggal liat saja nanti" tegasnya.

Sebagaimana diketahui PT Tasma Puja memberikan informasi Hoax melalui Hasbi wartawan  terkait demonstrasi yang dilakukan oleh Satgas Adat Kenegrian Kampa pada 7 November 2024 lalu. 

Seolah Perusahaan membantah seluruh tuduhan yang dilayangkan, termasuk dugaan luas kebun melebihi izin HGU, tidak adanya izin adat, diskriminasi terhadap tenaga kerja lokal, dan kurangnya program Corporate Social Responsibility (CSR).

Dalam keterangan resminya, Divisi Humas PT Tasma Puja, Dian Alfathy, menyatakan bahwa semua perizinan perusahaan, baik secara hukum negara maupun adat, telah lengkap dan sesuai prosedur.

"Padahal hingga saat ini mereka tidak pernah menujukan dokumen kepada siapa mereka mengklaim ganti rugi dan semua itu adalah Hoax, kalau hanya sekedar bantuan CSR semen dan bantuan uang receh tak perlu diumbar seolah telah membantu masyarakat, tak perlu perushaan saya saja sanggup membantu" tutupnya.(*)

Berita Lainnya

Index