RIAUTERBIT.COM - Badan Restorasi Gambut (BRG) menyatakan konflik pada wilayah yang menjadi target restorasi kerap menjadi kendala dalam upaya pemulihan fungsi gambut di kawasan itu.
"Restorasi gambut tidak akan pernah berjalan kalau (terjadi) konflik," kata Deputi III BRG Myrna A Safitri kepada Antara di Pekanbaru, Senin.
Ia menjelaskan sejumlah konflik yang kerap ditemukan dalam upaya pemulihan gambut di antaranya ada izin yang masuk ke wilayah target restorasi. Kemudian, konflik tapal batas desa sehingga menyulitkan pembangunan sekat kanal untuk pembasahan gambut.
Dalam setahun terakhir, katanya upaya restorasi gambut tidak lepas dari masalah konflik yang kerap ditemukan adalah tapal batas wilayah yang belum jelas, sehingga pembangunan sekat kanal, sebagai upaya pemulihan fungsi gambut terhenti.
Untuk itu, ia mengatakan penyelesaian konflik sedini mungkin harus dapat dilakukan. Apabila mulai terjadi konflik sementara tidak langsung ditangani, maka dikhawatirkan menjadi permasalahan besar dan semakin sulit diselesaikan.
"Konflik yang kecil kalau tidak ditangani dengan baik, tinggal tunggu waktu akan meledak. Kalau sudah meledak biaya pemulihan akan jauh lebih besar," ujarnya.
Dalam upaya penyelesaian konflik, dia mengatakan BRG tidak memiliki peran untuk menyelesaikan secara langsung. Peran penyelesaian konflik tetap pada ranah pemerintah daerah.
Selain itu, BRG juga menilai bahwa penyelesaian konflik dapat melibatkan peran aktif masyarakat desa. Untuk itu, dia mengatakan BRG bersama Pusat Pendidikan dan Latihan KLHK menggelar Pelatihan Dasar Pemetaan dan Negosiasi Konflik Sumber Daya Alam.
Pelatihan tersebut melibatkan 22 peserta dari sejumlah warga dan perangkat desa asal Provinsi Riau dan Jambi yang digelar di Balai Diklat Kehutanan Pekanbaru.
Dia mengatakan masyarakat desa memiliki peran penting untuk memperkuat upaya pemetaan dan penyelesaian konflik, melalui pemahaman hukum mediator dan paralegal.
"Kemampuan pemerintah atasi (konflik) terbatas. Keterlibatan warga desa penting. Warga desa perlu kemampuan sebagai mediator dan paralegal," ujarnya.
Selain di Riau, ia mengatakan kegiatan serupa nantinya juga akan digelar di sejumlah provinsi lainnya di Sumatera dan Kalimantan. Terutama wilayah yang menjadi target restorasi gambut BRG. (ant)
Restorasi Lahan Gambut Terkendala Konflik Wilayah
Kantor Redaksi
Selasa, 19 September 2017 - 20:03:58 WIB
Restorasi Lahan Gambut Terkendala Konflik Wilayah
Pilihan Redaksi
IndexBunda PAUD Meranti Dukung Peningkatan Kualitas Guru TK Lewat Porseni IGTKI-PGRI Riau
PLN Salurkan TJSL untuk Pendidikan dan UMKM di Meranti, Wabup: Listrik Andal Kunci Investasi
Pemkab Meranti Siapkan Lahan Hampir 1 Hektare untuk Rusun Polres
Pemkab Meranti Siapkan Beasiswa 2026, Mahasiswa D-III hingga S-3 Jadi Sasaran
Bupati Asmar Bahas Penguatan Data hingga Program Desa Cantik Bersama Kepala BPS Riau
Tulis Komentar
IndexBerita Lainnya
Index Nasional
Persiapan PON 2028, FAJI Tetapkan Skema Kuota Babak Kualifikasi Dalam Rakernas FAJI 2026 Di Bali
Rabu, 23 September 2026 - 22:33:33 Wib Nasional
Warga Meranti Ancam Bakar Diri, Desak Presiden Prabowo Selesaikan Konflik Agraria di Tiga Provinsi
Senin, 24 Agustus 2026 - 21:36:25 Wib Nasional
Dorong Penguatan Layanan Dasar dan Lingkungan Bupati Asmar Hadiri Apresiasi Pemda Berprestasi.
Rabu, 12 Agustus 2026 - 23:37:43 Wib Nasional
Komunitas Balance Bike Kampar Sukses Gelar Event Internasional Pertama di Riau
Ahad, 07 Juni 2026 - 12:30:00 Wib Nasional

