RIAUTERBIT.COM-Komisi III DPRD Kabupaten Kampar kembali melakukan hearing dengan Aliansi Masyarakat Petani Keramba Desa Pulau Terap dan Desa Merangin, Kecamatan Kuok, di ruangan Banggar DPRD Kampar, Senin (28/3/2016).
Salah seorang dari koordinator Aliansi Masyarakat Petani Keramba Desa Pulau Terap dan Desa Merangin Drs Zulfarizal yang juga mantan Kepala Desa Merangin kepada wartawan mengungkapkan, petani keramba berharap agar pihak PLTA Koto Panjang memenuhi permintaan ganti rugi akibat hanyutnya ratusan keramba masyarakat di kedua desa tersebut.
"Masyarakat di dua desa ini telah mengalami kerugian begitu besar" ungkap Zulfarizal.
Ia menambahkan, setelah banjir besar beberapa waktu lalu hendaknya menjadi pelajaran bagi PLTA Koto Panjang dan Pemkab Kampar bagaimana solusi dan antisipasi terhadap banjir agar kerugian besar bagi masyarakat khususnya petani keramba tidak terulangi kembali.
"Pemerintah daerah harus memantau kinerja pihak PLTA Koto Panjang agar bencana bisa diminimalisir bahkan dihilangkan risikonya. Kerjasama Pemda dan PLTA harus saling mendukung dan Pemda hendaknya memantau kegiatan operasional waduk PLTA" tegasnya. Pemda juga harus membentuk tim monitoring dan melibatkan masyarakat.
Sementara itu warga Desa Merangin Ikhsan ST juga menyesalkan keteledoran pihak PLTA Koto Panjang saat melepaskan air dengan jumlah yang besar dan mengakibatkan banjir besar dan hanyutnya ribuan keramba di Kampar beberapa waktu lalu. "Debit air yang ada di PLTA seharusnya angka elevasi yang digunakan jangan maksimal, dari angka 85 diturunkan 84 dan bahkan normalnya di angka 82 dan ini baru aman untuk ikan di keramba" ungkap Ikhsan.
Ikhsan juga mengungkapkan kekecewaannya terhadap manajemen PLTA Koto Panjang yang tidak sanggup memenuhi permintaan ganti rugi dari petani keramba. "Hasil hearing kita dengan pihak PLTA, PLTA hanya sanggup memberikan ganti rugi Rp 200 juta, masyarakat tidak bisa menerima angka sekecil itu" ungkapnya.
"Kita akan bertahan diangka kerugian masyarakat petani keramba sebesar 1,8 Miliar" tegasnya. (sk)
- Riau
- Pekanbaru
Hearing Komisi III DPRD Kampar, Petani Keramba Minta PLTA Koto Panjang Ganti Rugi 1,8 M
Kantor Redaksi
Senin, 28 Maret 2016 - 18:12:27 WIB
Pilihan Redaksi
IndexPuluhan ASN Meranti Pindah ke Kementerian Haji, DPRD Soroti Risiko Kekosongan Pegawai
Bupati Asmar Sambut Empat Wakil Riau Asal Meranti Usai Berlaga di MTQ Nasional
Kunjungi Korban Kebakaran, Bupati Meranti Serahkan Bantuan dan Janji Bangun Rumah
Razia Pekat di Meranti, Petugas Gerebek Kamar Kos dan Temukan Pasangan Bukan Suami Istri.
Kapolres Meranti AKBP Gede Adi Turun Langsung Patroli Malam di Selatpanjang
Tulis Komentar
IndexBerita Lainnya
Index Riau
Kapolres dan Wakapolres Meranti Turun ke Dua Sekolah, Manfaatkan Teknologi AI untuk Edukasi Green Policing
Selasa, 22 September 2026 - 23:25:55 Wib Riau
Puluhan ASN Meranti Pindah ke Kementerian Haji, DPRD Soroti Risiko Kekosongan Pegawai
Senin, 21 September 2026 - 20:06:00 Wib Riau
Bupati Asmar Sambut Empat Wakil Riau Asal Meranti Usai Berlaga di MTQ Nasional
Senin, 21 September 2026 - 13:52:56 Wib Riau
Kunjungi Korban Kebakaran, Bupati Meranti Serahkan Bantuan dan Janji Bangun Rumah
Senin, 21 September 2026 - 09:42:06 Wib Riau

