RIAUTERBIT.COM- Pelemahan ekonomi global yang terjadi saat ini akan menjadi tekanan besar terhadap ekonomi nasional. Namun yang mengherankan, dalam situasi tersebut, Pemerintah Indonesia malah mengeruk pajak secara ugal ugalan, salah satunya lewat revaluasi asset BUMN dan Property.
“Bayangkan dalam hal target pengerukan pajak, Pemerintahan Jokowi-JK bertindak kontraproduktif dengan keadaan ekonomi masyarakat. Penerimaan perpajakan dalam APBNP 2015 ditargetkan senilai Rp 1.439 triliun,” jelas ekonom Salamuddin Daeng (Senin, 28/12).
Dia yakin, target pajak sebesar itu dipastikan tidak akan tercapai. Sampai dengan 25 Desember 2015 saja pemerintah baru mendapatkan penerimaan pajak 2015 senilai Rp. 1000 triliun. “Dengan demikian penerimaan pajak pemerintah baru terealisasi 67 %. Deficit anggaran 2015 diperkirakan akan lebih dari 3 %,” ucapnya.
Meskipun demikian Menteri Keuangan dengan arogan mengkalim prestasi mengeruk pajak sebagai pencapaian tersebesar sepanjang sejarah RI. Menteri Keuangan juga mengatakan akan terus memburu pajak sampai terpenuhi hingga akhir tahun dengan segala macam cara seperti revaluasi aset perusahaan BUMN, perbankan, dan perusahaan properti.
Menurutnya, rakyat harus mewaspadai rencana pemerintah melakukan revaluasi asset tersebut karena itu akan menjadi dasar bagi pemerintahan ini mengeruk pajak tanah, bangunan, dan semua asset property rakyat.
“Ini adalah pemerintahan yang paling kejam, lebih dari kebijakan kolonial pada era pemerintahan Raffles (Thomas Stamfort Raffles) yang memberlakukan kebijakan pajak tanah dan pajak hasil panen,” tegasnya.
“Untuk itu, rakyat segera bersiap siap membayar pajak tanah, rumah, dan segala macam property yang diwariskan oleh nenek moyang, untuk memenuhi ambisi pemerintahan ini membangun tol, megaproyek listrik, kereta cepat, yang nantimya juga rakyat akan membayar dengan harga yang mahal,” tandasnya. (rmol/posmetro.info)
Ekonom: Keruk pajak ugal-ugalan, pemerintahan Jokowi paling kejam, lebih kejam dari Era Kolonial
Kantor Redaksi
Selasa, 29 Desember 2015 - 16:24:05 WIB
ilustrasi (foto: jokowidiary.blogspot.com)
Pilihan Redaksi
IndexCegah Karhutla di Lahan Gambut, Wabup Meranti Perintahkan Konsolidasi Berjenjang hingga Desa
Hari Jadi ke-69 Riau, Wabup Meranti Tekankan Penguatan Fiskal dan Pemerataan Pembangunan
Hadiri HUT ke-69 Riau, Bupati Asmar Tekankan Kolaborasi dan Pemerataan Pembangunan
Tulis Komentar
IndexBerita Lainnya
Index Politik
Fraksi PKB Inisiasi Ranperda Perlindungan Data Pribadi, Bapemperda DPRD Kampar Mulai Bahas Naskah Akademik
Rabu, 05 Agustus 2026 - 14:00:00 Wib Politik
Wakil Ketua DPR RI Ajak DPRD Perkuat Integritas dan Kapasitas Demi Mengawal Aspirasi Rakyat
Sabtu, 27 Juni 2026 - 22:34:18 Wib Politik
Bobi Kurniawan Turun Langsung Serap Aspirasi Warga dalam Reses DPRD Bengkalis 2026
Selasa, 10 Februari 2026 - 14:00:00 Wib Politik
GEMPA Layangkan Surat ke DPRD Dumai, Relokasi PKL di Nilai Kebijakan Ugal-ugalan Walikota
Rabu, 04 Februari 2026 - 17:05:59 Wib Politik

