Meranti,- PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo) I Cabang Selatpanjang mengumumkan kenaikan tarif pass masuk di Pelabuhan Tanjung Harapan, Selatpanjang, Kabupaten Kepulauan Meranti, Provinsi Riau.
Selain itu, Kenaikan ini sudah berlangsung lama namun sebagian mahasiswa dan masyarakat Merasa terjerit dengan kenaikan tersebut apalagi mahasiswa menimba Ilmu Pendidikan di Luar Daerah yang mengunakan tranportasi laut.
Faizul selaku mahasiswa Meranti mengatakan bahwa kenaikan ini semua harus disepakati semua pihak, jangan katanya di setujui dewan dan pemda tapi masyarakat harus tahu setidaknya di duduk bersama adalah pertimbangan buat kita yang masih menimba Ilmu di Luar daerah yang juga mengunakan tranportasi laut.
" Salah satunya Mahasiwa dan Masyarakat sering berangkat yang menimba Ilmu di luar Kota Selatpanjang, kalau kondisi saat ini, mungkin berat namun harus diberikan penjelasan terlebih dahulu," ujar Faizul.
Dikatakan Faizul, Kenaikan ini karena dinilai membebani masyarakat. Kenaikan tarif ini berpotensi menambah tekanan ekonomi bagi masyarakat, terutama mereka yang bergantung pada transportas laut
Salah satu Penjual Tiket yang engan disebut namanya di Pelabuhan Tanjung Harapan Kepada Wartawan mengatakan bahwa Tarif untuk penumpang domestik naik dari Rp5.000 menjadi Rp10.000 (naik 100 persen), sementara penumpang internasional akan dikenakan tarif baru sebesar Rp60.000, naik dari sebelumnya Rp50.000 (naik 20 persen).
" Sejak kemarin lagi sudah naik 100 persen katanya sudah disepati oleh Dewan dan Pemda Daerah," ujarnya.
Media ini mencoba menemui petugas pelindo Selatpanjang saat dijumpai kepala Pelindo tidak ada di tempat.
"Barusan bapak berangkat, dan beliau masih baru menjabat Sebagai Kepala Pelindo di Meranti soal kenaikan harga Pas Pelabuhan kami tidak tahu kami hanya stap biasa," ujar stap wanita kepada wartawan.
Sementara itu, saat pulang Wartawan menjumpai staf laki - laki yang memakai baju Pelindo Kepada Wartawan mengatakan bahwa benar kami dari pihak Pelindo Kemaren menaikan tarif pas di pelabuhan namun pimpinan masih baru.
" Kemaren kami pihak pelindo sudah audensi sama Dewan dan juga disepati Pemerintah daerah," ujarnya staf Pelindo singka engan menyebutkan namanya.
Sementara dengan itu, pihak DPRD Sendiri Wakil Ketua DPRD Antoni dan Juga Ketua Komisi Syaifi dan wakil Ketua Mulyono hanya melihat pertanyaan wartawan belum balasan chat Whapshap hingga berita diterbitkan.(Bom).

