Meranti, – Lembaga Adat Melayu Riau (LAMR) Kabupaten Kepulauan Meranti mengelar kegiatan Menapak Jejak Warisan Sejarah yang dilaksanakan di Komplek Pemakaman Yang Mulia Tengkoe Soeloeng Tjantik Saiyid Alwi Gelar Marhum Buntat, Jalan Teuku Umar, Selatpanjang, Ahad, (8/112026).
Kegiatan ini bertujuan mengingatkan sejarah orang-orang yang berjasa di negeri ini sekaligus mendorong pelestarian makam dan situs bersejarah di Kota Selatpanjang.
Ketua Umum Dewan Pimpinan Harian (DPH) LAMR Kabupaten Kepulauan Meranti, Datuk Seri Afrizal Cik, S.Sos., M.Si., mengatakan kegiatan tersebut menjadi salah satu upaya untuk menghidupkan kembali ingatan kolektif masyarakat terhadap tokoh-tokoh pendahulu yang berjasa dan jejak sejarah yang memiliki arti penting bagi daerah.
Menurutnya, sejarah lokal merupakan bagian dari identitas dan jati diri masyarakat yang perlu dijaga serta diwariskan kepada generasi penerus.
- Baca Juga Musda IV Partai Golkar Meranti Di Gelar
“Kegiatan ini diharapkan menjadi sarana bagi generasi muda untuk mengenal lebih dekat sejarah daerahnya, menghormati jasa para pendahulu, serta menumbuhkan rasa cinta terhadap tanah air dan Kepulauan Meranti,” ujar Datuk Seri Afrizal Cik.
Kegiatan yang diawali dengan sambutan orang-orang patut, Juru Pelihara Situs Cagar Budaya BPK Wilayah Riau, Tengku Fadli Fahrudin, Kerabat Kesultanan Siak Sri Indrapura, Puan Dra Tengku Syarifah Mashanum, Ketua Umum DPH LAMR Datuk Seri Afrizal Cik, dan Bupati Kepulauan Meranti yang disampaikan oleh Sekda Sudandri Jauzah.
Selanjutnya diadakan tahlil dan doa bersama yang dipimpin Datuk Ustad Muhammad Rozi.
Kemudian berlanjut pada acara pemasangan kain kuning sebagai lambang kebesaran dan kemuliaan serta penaburan bunga rampai. Makam yang dipasang kain kuning di antaranya adalah makam Almarhum Tengku Bagus Saiyid Thoha bin Tengku Busu Syarief Ahmad Syahbudin oleh Datuk Seri Afrizal Cik. Makam Almarhum Tengku Ngah Haji bin Tengku Endut Saiyid Daud oleh Sekdakab Kepulauan Meranti. Makam Almarhumah Tengku Beso Syarifah Kamlah binti Tengku Bagus Saiyid Thoha oleh Kapolres Kepulauan Meranti. Makam Almarhum Tengkoe Soeloeng Tjantik Saiyid Alwi oleh Kepala Kejaksaan Negeri. Makam Almarhum Tengku Putra Yuda Gelar Lela Indra bin Tengku Soeloeng Tjantik oleh Pabung Kodim 0303 Bks dan Dan Pos TNI AL Selatpanjang.
LAMR Kepulauan Meranti berharap kegiatan ini dapat membuka ruang kolaborasi antara pemerintah, lembaga adat, kalangan pendidikan, tokoh sejarah, dan masyarakat dalam menjaga warisan sejarah daerah.
"Melalui langkah tersebut, sejarah Selatpanjang diharapkan tidak sekadar menjadi cerita masa lalu, tetapi tetap hidup sebagai sumber pembelajaran, kebanggaan, dan inspirasi bagi generasi mendatang," tutupnya.
Hadir pada kegiatan ini Bupati Kepulauan Meranti yang diwakili oleh Sekdakab Sudandri Jauzah, S.H., M.H., Ketua Umum DPH LAMR, Datuk Seri Afrizal Cik, Kapolres Kepulauan Meranti AKBP Gede Prasetia Adi Sasmita, S.IK., Kepala Kejaksaan Negeri, Ricky Makado, S.H., M.H., Pabung Kodim 0303 Bks Mayor Inf Rusli, Danramil 02 TT Kapten Arh Efri Nasution, Dan Pos TNI AL Selatpanjang, Lettu Laut (P) Hadi Ismanto, para kepala sekolah, guru sejarah, Kerabat Kesultanan Siak Sri Indrapura, tokoh masyarakat, tokoh wanita, insan pers dan para pelajar.
Acara ramah tamah bagi seluruh peserta dilanjutkan di Balai Adat LAMR, Jalan Dorak Selatpanjang. Di sini terlihat keakraban antara Forkompimda, para peserta dan Pengurus LAMR Kepulauan Meranti.(Bom).

