PELALAWAN - Meskipun Pemerintah Kabupaten Pelalawan telah mengagendakan mediasi konflik agraria, aksi damai ribuan massa Forum Masyarakat Tuntut Kemitraan (F-MTK) tetap akan berlanjut hari ini.
Berdasarkan undangan resmi Bupati Pelalawan Nomor: 100/Setda/2026/87, Bupati akan menggelar mediasi antara F-MTK dengan PT. Serikat Putra pada pukul 09.00 WIB di Aula Kantor Bupati Pelalawan.
Namun, massa aksi menegaskan tidak akan menghentikan aksi di tiga titik hingga ada keputusan final.
"Sesuai hasil rapat kami dengan seluruh pengurus Forum dan juga KorDes, aksi kami akan tetap melakukan aksi damai pada hari ini meskipun perundingan dilaksanakan," terang Riyan Ade Putra, Koordinator Lapangan Aksi.
Menurut Riyan, aksi tersebut merupakan bentuk keseriusan masyarakat agar tuntutan utama mereka dikabulkan tanpa kompromi.
"Poin tuntutan kami adalah harga mati yang tidak boleh ditawar. Kalau di-ACC oleh perusahaan, maka baru aksi ini berhenti," tegasnya.
Senada, Koordinator Umum aksi Khusni Mubarak, juga menyampaikan kegeramannya terhadap PT. Serikat Putra yang telah puluhan tahun beroperasi.
"Sudah lebih dari 30 tahun PT. Serikat Putra hadir di wilayah kami, namun apa yang didapatkan oleh masyarakat tidak sebanding dengan dampak yang diakibatkan. Jadi poin tuntutan kami adalah harga mati yang tidak bisa ditawar, karena sudah sering masyarakat mengalah terhadap perusahaan Salim Group ini," tutup Khusni.
Hingga saat ini, massa F-MTK yang berjumlah sekitar 1.178 orang dari 15 desa masih bertahan di tiga titik aksi: Simpang Tahu, Simpang Maliki, dan Sialang Tamonsu.

