Maulid Nabi di Masjid Baitullah Buluh Cina, Dr. Elviriadi Tekankan Pentingnya Keteladanan Pemimpin dan Keharmonisan Rumah Tangga

Ahad, 30 Agustus 2026 | 18:32:50 WIB

KAMPAR — Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 Hijriah di Masjid Baitullah, Desa Buluhcina, Kecamatan Siak Hulu, Kabupaten Kampar, berlangsung khidmat dan penuh keakraban, Sabtu malam (29/8/2026).

Kegiatan tersebut menghadirkan Dr. Elviriadi, S.Pi., M.Si. sebagai penceramah. Sejumlah tokoh masyarakat, perangkat desa serta jamaah turut hadir mengikuti rangkaian kegiatan.

Dalam tausiyahnya, Elviriadi menyampaikan dua pesan penting yang sangat dekat dengan kehidupan masyarakat, yakni pentingnya keteladanan Rasulullah SAW dalam kepemimpinan serta pentingnya saling pengertian dalam membangun rumah tangga.

Sulit Mencari Figur Pemimpin yang Bisa Diteladani

Elviriadi mengatakan, kehidupan di era sekarang menghadirkan tantangan tersendiri dalam mencari figur pemimpin yang benar-benar dapat dijadikan teladan.

Karena itu, menurutnya, peringatan Maulid Nabi menjadi momentum untuk kembali kepada sosok Rasulullah Muhammad SAW sebagai contoh terbaik dalam kepemimpinan.

“Di era sekarang sulit mencari figur pemimpin yang bisa dijadikan teladan. Maka sosok Rasulullah SAW adalah tempat kita kembali untuk menjadikan beliau sebagai contoh dalam kepemimpinan,” pesan Elviriadi.

Menurutnya, keteladanan Rasulullah SAW tidak hanya penting dalam kehidupan keagamaan, tetapi juga dapat diterapkan dalam kehidupan bermasyarakat, terutama dalam membangun kepercayaan, persaudaraan, keadilan dan kepedulian terhadap sesama.

Baiti Jannati, Bangun Rumah Tangga dengan Saling Memahami

Pesan kedua yang disampaikan Elviriadi berkaitan dengan kehidupan rumah tangga.

Ia mengingatkan pentingnya membangun keluarga dengan prinsip baiti jannati, rumahku adalah surgaku. Menurutnya, rumah tangga yang harmonis tidak hanya dibangun dengan kecukupan materi, tetapi juga membutuhkan komunikasi, saling pengertian dan saling memahami antara suami dan istri.

“Saling pengertian dan saling memahami antara suami dan istri sangat penting. Dengan itu, kita bisa menuju rumah tangga yang sakinah, mawaddah, warahmah,” ujarnya.

Ia berharap nilai-nilai keteladanan Rasulullah SAW dapat diterapkan mulai dari lingkungan terkecil, yakni keluarga, kemudian berkembang dalam kehidupan bermasyarakat.

Kades Buluhcina Azrianto Turut Hadir

Sementara itu, Kepala Desa Buluhcina, Azrianto, turut hadir sekaligus memberikan dukungan terhadap pelaksanaan kegiatan Maulid Nabi Muhammad SAW tersebut.

Azrianto mengapresiasi terselenggaranya kegiatan keagamaan di Masjid Baitullah. Menurutnya, kegiatan seperti ini memiliki arti penting karena tidak hanya menjadi sarana meningkatkan keimanan, tetapi juga mempererat silaturahmi dan kebersamaan masyarakat.

“Kami sangat mendukung kegiatan seperti ini. Semoga nilai-nilai keteladanan Rasulullah SAW bisa kita terapkan dalam kehidupan bermasyarakat dan berkeluarga,” ujar Azrianto.

Ia berharap kegiatan keagamaan di Desa Buluhcina terus mendapat dukungan masyarakat dan dapat menjadi momentum untuk memperkuat kebersamaan antarwarga.

Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di Masjid Baitullah tersebut berlangsung dalam suasana penuh kekeluargaan. Selain tausiyah, kegiatan juga diisi dengan kebersamaan jamaah dan pemberian santunan kepada anak-anak sebagai bagian dari semangat berbagi di momentum Maulid Nabi.

Kegiatan ini menjadi pengingat bahwa keteladanan Rasulullah SAW bukan hanya untuk dikenang, tetapi juga untuk diamalkan—dalam memimpin, berkeluarga dan bermasyarakat. (rls)

Terkini