Waisak Sannipata Nusantara 2026 di Meranti, Bupati Asmar Ajak Perkuat Perdamaian dan Kerukunan Antarumat Beragama

Sabtu, 13 Juni 2026 | 23:42:25 WIB
Waisak Sannipata Nusantara 2026 di Meranti, Bupati Asmar Ajak Perkuat Perdamaian dan Kerukunan Antarumat Beragama

 

SELATPANJANG – Bupati Kepulauan Meranti, AKBP (Purn) H. Asmar menghadiri perayaan Waisak Sannipata Nusantara 2570 Buddhis Era Tahun 2026 yang mengusung tema "Dharma Menjaga Perdamaian Dunia", di Hall Grand Meranti Hotel, Jalan Kartini, Selatpanjang, Sabtu (13/6/2026).

Kegiatan tersebut turut dihadiri anggota DPRD Kepulauan Meranti Fazrul Amraini, S.Pd, unsur Forkopimda, sejumlah kepala OPD, para  biksu Sangha, tokoh agama, tokoh masyarakat, serta umat Buddha dari berbagai wilayah di Kabupaten Kepulauan Meranti.

Ketua Panitia Waisak Sannipata Nusantara 2026, Arfandi, S.Pd, mengatakan bahwa peringatan Waisak bukan sekadar seremoni keagamaan, tetapi momentum untuk merefleksikan dan mengaktualisasikan nilai-nilai luhur ajaran Buddha melalui cinta kasih, kebijaksanaan, serta kepedulian terhadap sesama dan lingkungan.

Menurutnya, rangkaian kegiatan Waisak tahun ini tidak hanya menitikberatkan pada aspek spiritual, tetapi juga menyentuh bidang sosial dan pelestarian lingkungan sebagai wujud nyata pengamalan Dhamma dalam kehidupan sehari-hari.

"Panitia Waisak bersama umat Buddha di Kabupaten Kepulauan Meranti berkomitmen menghadirkan kegiatan yang memberikan manfaat bagi masyarakat dan lingkungan," ujarnya.

Ia menjelaskan, sejumlah kegiatan telah dilaksanakan sejak awal Mei 2026. Di antaranya karya bakti di Taman Makam Pahlawan Kusuma Bangsa pada 3 Mei sebagai bentuk penghormatan kepada para pahlawan, donor darah di Wihara Maharaja Sakti pada 7 Mei, serta kegiatan ekoteologi berupa penanaman pohon dan pelepasan makhluk hidup (Fangshen) di Desa Beting dan Desa Sesap pada 8 Mei.

Selanjutnya, pada 10 Mei dilakukan pembuatan dan penuangan eco enzyme di Sekolah Kasimetria sebagai upaya pengolahan limbah organik yang ramah lingkungan. Kemudian pada 20 Mei digelar Hening Nusantara di Wihara Buddha Dharma sebagai gerakan refleksi nasional melalui meditasi bersama. Puncak perayaan dilaksanakan pada 13 Juni 2026 melalui Waisak Sannipata Nusantara dengan tema nasional "Dharma Menjaga Perdamaian Dunia".

Sementara itu, Pelaksana Tugas Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Kepulauan Meranti, Misyanto, S.Pd.I, menyampaikan bahwa Kementerian Agama hadir sebagai rumah bersama seluruh umat beragama dan terus mendukung kegiatan yang mengedepankan nilai perdamaian, kebersamaan, serta kontribusi nyata bagi kehidupan sosial masyarakat.

Ia juga mengapresiasi seluruh panitia, para biksu Sangha dan umat Buddha yang telah berpartisipasi menyukseskan seluruh rangkaian perayaan Waisak tahun ini.

"Mari kita jadikan peringatan Tri Suci Waisak sebagai momentum untuk mempererat persaudaraan, menjaga kerukunan antarumat beragama, serta mewujudkan kehidupan yang damai, rukun dan harmonis," katanya.

Dalam sambutannya, Bupati Kepulauan Meranti AKBP (Purn) H. Asmar mengatakan bahwa Tri Suci Waisak memperingati tiga peristiwa agung dalam kehidupan Sang Buddha, yakni kelahiran Siddharta Gautama, pencapaian pencerahan sempurna, dan Parinibbana Sang Buddha.

Menurutnya, Waisak tidak hanya menjadi momentum spiritual bagi umat Buddha, tetapi juga mengandung pesan universal tentang pentingnya kebajikan, kasih sayang dan perdamaian dalam kehidupan bermasyarakat.

"Melalui kegiatan Waisak Sannipata Nusantara, kita tidak hanya merayakan tradisi keagamaan, tetapi juga memperkuat persaudaraan lintas budaya dan agama. Inilah wujud nyata semangat Bhinneka Tunggal Ika yang menjadi fondasi bangsa Indonesia," ujar Asmar.

Ia menambahkan, masyarakat Kepulauan Meranti memiliki kearifan lokal berupa budaya gotong royong dan musyawarah yang sejalan dengan ajaran Sang Buddha tentang kebersamaan dan welas asih.

Pemerintah daerah, lanjutnya, terus berupaya meningkatkan pembangunan di berbagai sektor, mulai dari pendidikan, kesehatan hingga infrastruktur, guna mewujudkan masyarakat yang sejahtera dan harmonis.

"Untuk itu, saya mengajak seluruh masyarakat, khususnya umat Buddha, menjadikan peringatan Waisak ini sebagai inspirasi dalam membangun kehidupan yang damai. Mari meneladani ajaran Sang Buddha tentang welas asih, kebijaksanaan dan pengendalian diri sehingga tercipta masyarakat yang adil dan sejahtera," ungkapnya.

Atas nama Pemerintah Kabupaten Kepulauan Meranti, Bupati Asmar menyampaikan apresiasi kepada panitia penyelenggara, para biksu Sangha dan seluruh umat Buddha yang telah berkontribusi dalam menyukseskan perayaan tersebut.

"Selamat memperingati Hari Suci Tri Waisak 2570 BE Tahun 2026. Semoga cahaya Dharma senantiasa menerangi jalan hidup kita, membawa kedamaian, kebahagiaan dan kesejahteraan bagi seluruh umat manusia," tutupnya.(Bom).

Tags

Terkini