PEKANBARU – Ketua DPW Sahabat Polisi Indonesia (SPI) Riau, Rocky Ramadani, mendesak aparat kepolisian mengusut tuntas kasus dugaan penembakan dan penganiayaan terhadap lima karyawan PT Sinar Belilas Perkasa (SBP) di Kabupaten Indragiri Hulu.
Rocky menegaskan, aparat penegak hukum tidak boleh ragu menindak para pelaku maupun pihak yang diduga menjadi aktor intelektual di balik peristiwa berdarah tersebut.
"Negara tidak boleh kalah oleh premanisme. Jika benar terjadi penembakan dan penganiayaan terhadap para pekerja, maka ini merupakan tindak pidana serius yang harus diusut sampai tuntas," ujar Rocky, Senin (1/6).
Ia meminta Kapolres Indragiri Hulu dan jajarannya bekerja secara profesional, transparan, dan tidak menutup-nutupi perkembangan penyelidikan.
"Kami meminta Kapolres mengusut tuntas perkara ini secara terbuka. Jangan ada yang ditutup-tutupi. Masyarakat berhak mengetahui bagaimana proses hukum berjalan dan siapa saja yang bertanggung jawab atas kejadian tersebut," katanya.
Menurut Rocky, penegakan hukum yang tegas sangat penting untuk menjaga kepercayaan masyarakat terhadap institusi kepolisian. Terlebih, dalam kasus tersebut terdapat dugaan penggunaan senjata tajam dan senjata api yang mengakibatkan sejumlah korban mengalami luka-luka.
Ia menilai penyidik tidak cukup hanya mengejar pelaku di lapangan, tetapi juga harus mengungkap pihak yang diduga merencanakan, memerintahkan, atau menggerakkan aksi tersebut.
"Jangan berhenti pada pelaku lapangan. Jika ada pihak yang menyuruh, membiayai, mengorganisir, atau menjadi aktor intelektual di balik kejadian ini, maka harus diproses sesuai hukum yang berlaku," tegasnya.
Rocky mengingatkan bahwa Indonesia merupakan negara hukum sehingga setiap sengketa atau konflik harus diselesaikan melalui mekanisme hukum, bukan dengan kekerasan.
Menurutnya, tindakan main hakim sendiri hanya akan menciptakan keresahan dan berpotensi menimbulkan konflik yang lebih luas di tengah masyarakat.
"Kita ingin hukum ditegakkan tanpa pandang bulu. Siapa pun yang terbukti terlibat harus mempertanggungjawabkan perbuatannya. Negara harus hadir memberikan perlindungan kepada masyarakat dan menjamin rasa aman bagi seluruh warga," ujarnya.
SPI Riau, lanjut Rocky, mendukung penuh langkah kepolisian untuk mengungkap fakta-fakta yang sebenarnya dalam kasus tersebut. Ia berharap proses penyelidikan berjalan objektif dan seluruh pihak yang terlibat dapat segera dimintai pertanggungjawaban hukum.
"Kami percaya kepolisian mampu mengungkap kasus ini secara profesional. Yang terpenting, prosesnya harus transparan, objektif, dan memberikan rasa keadilan bagi para korban maupun masyarakat luas," tutupnya. (rls)