Maklumat Kembali ke Jati Diri Melayu, Seruan Perkuat Nilai Adat dan Syariat

Kamis, 02 April 2026 | 15:23:20 WIB

Pekanbaru – Seruan untuk kembali kepada jati diri dan nilai-nilai luhur Melayu kembali digaungkan melalui sebuah maklumat yang disampaikan oleh kalangan tokoh adat dan masyarakat. Maklumat tersebut menekankan pentingnya mengamalkan nilai Melayu yang berlandaskan ajaran Islam dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

Maklumat bertajuk “Kembali Kepada Hakikat Melayu dan Mengamalkan Nilai-Nilai Melayu” ini disampaikan pada 14 Syawal 1447 Hijriah atau bertepatan dengan 2 April 2026.

Dalam pernyataan tersebut ditegaskan bahwa jati diri Melayu tidak terlepas dari prinsip “adat bersendikan syarak dan syarak bersendikan Kitabullah”. Nilai ini dinilai sebagai fondasi utama dalam membentuk kebijaksanaan hidup masyarakat Melayu sejak dahulu.

Penyampai maklumat, Nurul Zakirin, menyebut bahwa nilai-nilai Melayu telah memberikan kontribusi besar terhadap kehidupan berbangsa di Indonesia, termasuk selaras dengan pedoman ideologi negara, Pancasila.

“Nilai kebajikan dan ketulusan Melayu yang berpandukan Al-Qur’an dan Sunnah menjadi pedoman hidup yang tidak hanya relevan bagi masyarakat Melayu, tetapi juga bagi kehidupan berbangsa dan bernegara,” demikian isi maklumat tersebut.

Maklumat ini juga menyerukan agar masyarakat Melayu mempertahankan hak dan ruang hidupnya, baik dalam aspek sosial, budaya, maupun wilayah. Namun demikian, penegasan tersebut tetap diiringi dengan ajakan untuk hidup bijaksana, menjunjung musyawarah, serta menjaga keseimbangan dalam kehidupan.

Selain itu, maklumat turut menyinggung soal penegakan hukum dalam kehidupan bermasyarakat. Disebutkan bahwa setiap pelanggaran hendaknya diselesaikan melalui mekanisme adat dan musyawarah yang berlaku, dengan tetap menjunjung nilai keadilan.

Koordinator Hukum Laskar Hulubalang Melayu Bersatu, Abuzar bin Sultan Samad Indah Jati Mangkubumi Kuat, turut tercantum dalam maklumat tersebut sebagai bagian dari pihak yang menyampaikan dan menjaga nilai-nilai adat Melayu.

Maklumat ini diharapkan menjadi pengingat bagi masyarakat Melayu untuk terus menjaga identitas, nilai budaya, serta kearifan lokal, sekaligus memperkuat persatuan dalam kehidupan berbangsa di tengah arus perubahan zaman. (*)

Terkini