Konstelasi Politik Baru di Tubuh Golkar Riau, Rinor Muncul Sebagai Calon Kuat Jelang Musda Dalam Waktu Dekat

Sabtu, 11 Oktober 2025 | 13:51:41 WIB
Rinor Kuswan

PEKANBARU — Dinamika politik internal Partai Golkar Riau kembali memanas menjelang Musyawarah Daerah (Musda) yang dijadwalkan berlangsung dalam waktu dekat di tembilahan. Munculnya nama Rinor sebagai calon kuat Ketua DPD I Partai Golkar Riau menghadirkan konstelasi baru yang menggeser peta dukungan di tubuh partai berlambang pohon beringin itu.

Rinor yang disebut-sebut akan didampingi oleh Faisal Aswan sebagai sekretaris, Parisman Ihwan sebagai bendahara, serta RZ sebagai Ketua Dewan Pembina (Wanbin), dinilai sebagai sosok yang mampu menjadi jembatan berbagai faksi di internal Golkar Riau.

Bagi sejumlah kalangan, munculnya nama Rinor disebut sebagai “solusi baru” bagi soliditas partai, mengingat ia dikenal dekat dengan Ketua Umum DPP Partai Golkar, Bahlil Lahadalia.

Selain itu, Rinor juga dikenal sebagai pengusaha sukses yang bergerak di berbagai sektor usaha, termasuk pertambangan, dan memiliki jejaring luas di pemerintahan pusat. Ia juga merupakan mantan Ketua HIPMI Riau, serta dikenal sebagai "jasa" perizinan di sejumlah kementerian, yang membuatnya memiliki akses strategis di tingkat nasional.

Sebelumnya, dua nama lain yakni SF Hariyanto dan Parisman Ihwan sempat digadang-gadang sebagai calon kuat Ketua DPD I Golkar Riau. Persaingan keduanya bahkan sempat memanas hingga terjadi “perang urat saraf” dan saling bongkar dugaan kasus korupsi di internal partai. Namun, munculnya nama Rinor disebut telah mengubah arah dukungan sejumlah pengurus daerah.

Menurut sumber internal Golkar Riau yang tak mau namanya diekspos, dalam waktu dekat seluruh pengurus DPD I Golkar Riau dijadwalkan dipanggil oleh DPP Partai Golkar ke Jakarta untuk melakukan konsolidasi dan pembahasan final terkait Musda.

“Arahnya sudah mulai jelas. DPP ingin ada penyegaran dan figur yang bisa diterima semua pihak. Rinor menjadi salah satu nama yang paling banyak dibicarakan karena dianggap punya akses kuat ke pusat,” ujar sumber tersebut, Jumat (11/10).

Situasi ini menandakan peta kekuatan di Golkar Riau kembali cair. Musda yang tinggal beberapa hari lagi diprediksi menjadi ajang penting untuk melihat sejauh mana pengaruh figur-figur lama seperti Parisman Ihwan dan SF Hariyanto mampu bertahan di tengah gelombang perubahan yang kini menguat di tubuh partai. (hr)

 

Terkini