Pekanbaru – Pemerintah Provinsi Riau menegaskan komitmennya mendukung Akademi Kesenian Melayu Riau (AKMR) sebagai bagian penting dalam penguatan visi kebudayaan Melayu yang diusung Gubernur Riau Abdul Wahid MSi. Hal ini disampaikan dalam pertemuan antara Gubernur dan pengelola AKMR di Kantor Gubernur, Jumat (4/6).
“Oleh karena itu, kita harus konsen, agar lembaga pendidikan tinggi ini bisa eksis, untuk memperkuat identitas kita,” ujar Gubernur.
Pertemuan tersebut turut dihadiri Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga yang juga Plt Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Riau, Erisman Yahya, dan Kepala Dinas Pariwisata Roni Rahmat. Dari pihak AKMR hadir Ketua Yayasan Pusaka Riau, Sekretaris Yayasan Kazzaini Ks, Wawan Kurniawan, serta Direktur AKMR Dr Syafii MPd.
Pengelola AKMR melaporkan bahwa tahun ini kembali dibuka penerimaan mahasiswa untuk tiga program studi yang telah memiliki izin, yaitu tari, musik, dan teater. “Ke depan kita berencana mempersiapkan peningkatan status, menjadi institut atau sekolah tinggi,” ujar Direktur AKMR Dr Syafii.
Ia juga menjelaskan bahwa selain pendidikan seni dan budaya, mahasiswa AKMR akan dibekali pengetahuan kewirausahaan sebagai bekal kemandirian ekonomi. “Sehingga selain sebagai aktivis budaya, mereka juga dipersiapkan untuk mampu mandiri secara ekonomi,” jelasnya.
Langkah Pemprov Riau ini sejalan dengan amanat Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2017 tentang Pemajuan Kebudayaan, yang mewajibkan negara untuk menjamin pelestarian budaya melalui pendidikan, pelindungan, pengembangan, dan pemanfaatan objek pemajuan kebudayaan. Selain itu, Pasal 32 UUD 1945 menegaskan negara memajukan kebudayaan nasional Indonesia di tengah peradaban dunia.
Gubernur Abdul Wahid menilai AKMR memiliki posisi strategis dalam mencetak generasi Riau yang memahami dan terampil dalam seni budaya Melayu. Ia juga mengusulkan agar dalam rencana peningkatan status, AKMR mempertimbangkan pembukaan jurusan bahasa dan sastra Melayu.
“Kita tahu akar bahasa nasional kita adalah bahasa Melayu. Kita sebagai orang Riau harus bangga itu,” tegasnya.
Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Riau, Roni Rahmat, menambahkan bahwa peran alumni AKMR sudah sangat signifikan. “Setahu saya, yang tampil pada setiap kegiatan kebudayaan sebagian besar adalah alumni AKMR. Lebih dari 80 persen. Jika tidak ada mereka, tentu kita akan kesulitan juga,” ungkapnya.
Gubernur menekankan bahwa AKMR harus mendapat dukungan lintas sektor agar mampu melahirkan lebih banyak lulusan yang berkualitas. Plt Kepala Dinas Pendidikan Riau, Erisman Yahya, juga menyampaikan dukungan penuh dari institusinya.
“Kami akan terus dukung, sesuai dengan visi Pak Gubernur,” tegasnya.
Langkah ini juga sejalan dengan Peraturan Presiden Nomor 114 Tahun 2022 tentang Strategi Kebudayaan, yang mendorong sinergi antara pemerintah dan lembaga pendidikan dalam memajukan kebudayaan daerah sebagai bagian dari kekayaan nasional. (rls)