Pekanbaru – Kota Pekanbaru yang baru saja merayakan Hari Jadi ke-241 masih menghadapi persoalan mendasar di sektor pendidikan, khususnya soal minimnya daya tampung sekolah negeri tingkat SLTP. Dalam rapat dengar pendapat antara Dinas Pendidikan dan Komisi III DPRD, terungkap bahwa hanya 9 ribu dari sekitar 18 ribu lulusan SD yang bisa ditampung di SLTP Negeri.
Kondisi ini membuat sekolah swasta menjadi penopang utama dalam menyerap siswa baru. Rasio daya tampung sekolah negeri terhadap lulusan SD pun cukup timpang, yakni sekitar 2:1.
Wakil Ketua Komisi III DPRD Kota Pekanbaru, Tekad Indra Perdana Abidin, menyampaikan keprihatinannya terhadap minimnya fasilitas pendidikan di Kota Bertuah. Menurutnya, persoalan ini harus menjadi pekerjaan rumah prioritas bagi Pemerintah Kota.
"Infrastrukturnya kita bisa lihat masih banyak terkendala, termasuk di bidang pendidikan. Saya rasa Pak Wali dan Pak Wakil dapat menyelesaikan permasalahan ini," ujarnya.
Tekad juga menegaskan komitmen DPRD untuk bersinergi dengan Pemko Pekanbaru dalam menyelesaikan permasalahan mendasar, termasuk soal pendidikan. Ia berharap penambahan unit sekolah negeri bisa menjadi fokus pembangunan ke depan.
"Kami di DPRD juga siap berkolaborasi agar permasalahan-permasalahan di Kota Pekanbaru, termasuk masalah pendidikan, dapat terselesaikan," kata politisi PDIP tersebut.
Hingga saat ini, belum ada pernyataan resmi dari Pemko Pekanbaru terkait langkah strategis yang akan diambil untuk menambah jumlah sekolah negeri di kota tersebut. (hr)