PESISIR SELATAN – Di balik lekukan pantai barat Sumatera, tepatnya di Kecamatan Pancung Soal, Kabupaten Pesisir Selatan, tersimpan jejak sejarah gemilang dari salah satu kerajaan tertua di Ranah Minangkabau: Kerajaan Inderapura. Berdiri sejak abad ke-9 Masehi, kerajaan ini menjadi saksi bisu perjalanan panjang peradaban pesisir, dari masa kerajaan Hindu-Melayu hingga berubah menjadi kesultanan Islam yang berpengaruh.
Menurut catatan dalam buku Kerajaan Inderapura karya Prof. Gusti Asnan dkk (2013), Inderapura didirikan oleh Sultan Muhammad Syah, putra dari Sultan Maharaja Diraja yang masih memiliki garis keturunan dari tokoh legendaris Iskandar Zulkarnaini. Awalnya berpusat di Air Pura, kerajaan ini berkembang pesat di wilayah muara yang strategis, yaitu pertemuan Sungai Sakai dan Sungai Bantaian.
Hubungan Inderapura dengan kerajaan lain, seperti Pagaruyung dan Kaum Rumah Gadang Mandeh Rubiah, memang disebutkan dalam tradisi lisan masyarakat. Namun, belum ditemukan bukti kuat bahwa Inderapura secara administratif tunduk pada Pagaruyung.
Memasuki abad ke-16, Kerajaan Inderapura resmi berubah menjadi Kesultanan Islam, ditandai dengan pemerintahan Sultan Sekelab Dunia bergelar Sultan Iskandar Johan Berdaulatsyah. Transisi ini membawa warna baru dalam struktur birokrasi dan kehidupan masyarakat, dengan sistem pemerintahan yang lebih tertata dan syariat Islam mulai diimplementasikan dalam kebijakan pemerintahan.
Dalam sejarahnya, dua sultan dikenal luas karena kealiman dan kepemimpinan yang adil: Sultan Mohammad Arifin Syah (1840–1860) dan Sultan Mohammad Bakhi alias Sultan Firmansyah (1860–1891) yang merupakan sultan terakhir sebelum sistem kerajaan berganti menjadi keregenan di bawah pengaruh kolonial.
Tim Balai Kajian Sejarah dan Nilai Tradisional Sumatera Barat dalam penelitian tahun 2004 mengelompokkan fase sejarah Inderapura menjadi tiga: masa kerajaan lama (abad ke-9 SM hingga abad ke-16 M), masa kesultanan (abad ke-16 hingga ke-19), dan masa keregenan (abad ke-19 hingga awal abad ke-20). Semua ini mempertegas pentingnya wilayah ini dalam sejarah panjang peradaban di pesisir barat Sumatera.
Warisan Kerajaan Inderapura tidak hanya tercermin dalam situs-situs bersejarah dan silsilah para sultan, tapi juga dalam nilai-nilai adat dan agama yang hingga kini masih melekat dalam kehidupan masyarakat Pesisir Selatan. (*)