BANGKINANG - Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Kampar, Zulfahmi blokir WhatsApp wartawan usai dicecar sejumlah pertanyaan terkait seputaran di dinas perikanan, Rabu (21/4/2021) malam.
Salah satu pertanyaan wartawan ini kepada Zulfahmi adalah tentang Pendapatan Asli Daerah (PAD) untuk Kabupaten Kampar dari hasil penjualan pembibitan dan pembesaran ikan yang dikelola oleh pihaknya di Unit Pelayanan Terpadu Daerah (UPTD) Balai Benih Ikan (BBI) yang terletak di Desa Siabu, Kecamatan Salo.
Diberitakan sebelumnya, Rabu 21 April 2021, kemarin Zulfahmi juga bungkam saat wartawan menanyakan PAD untuk Kampar dari hasil penjualan pembibitan dan pembesaran ikan dan besaran anggaran operasional UPTD BBI.
Untuk diketahui, Dinas Perikanan Kabupaten Kampar kelola puluhan kolam ikan untuk pembibitan dan pembesaran ikan di Desa Sipungguk, Kecamatan Salo.
Dari pantauan wartawan, Senin (19/4/2021) lalu, berbagai jenis ikan yang dipelihara oleh Dinas Perikanan Kampar di Unit Pelayanan Teknis Dinas (UPTD) Balai Benih Ikan (BBI) itu. Jenis pembibitan dan pembesaran ikan nila, patin dan ikan mas.
Salah seorang petugas UPTD BBI yang ditugaskan di UPTD BBI yang terletak di Desa Sipungguk ini menyampaikan, pemasaran atau penjualannya dilakukan dengan memasarkan antar kabupaten.
"Pemasarannya dilakukan antar kabupaten bahkan ada yang membeli dari Provinsi Jambi. Ada yang dijemput, ada kami yang mengantarkannya," ujarnya dengan ramah.(Sy)