Riauterbit.com — Federasi Arung Jeram Indonesia (FAJI) resmi menyepakati skema kuota Babak Kualifikasi (BK) untuk Pekan Olahraga Nasional (PON) XXII 2028 Nusa Tenggara. Kesepakatan ini dicapai dalam Rapat Kerja Nasional (Rakernas) FAJI 2026 yang berlangsung di Hotel Made, Kabupaten Badung, Bali, Rabu (23/9/2026).

Skema kuota ini akan menjadi jalur utama perebutan tiket menuju pesta olahraga nasional tersebut. Berdasarkan kesepakatan awal dengan KONI Pusat, total kuota yang ditetapkan untuk cabang olahraga arung jeram mencapai 140 atlet. Dari jumlah tersebut, Nusa Tenggara Timur (NTT) sebagai tuan rumah mendapatkan fasilitas wild card, sementara Nusa Tenggara Barat (NTB) tetap diwajibkan mengikuti BK PON.

Technical Delegate PON 2028 FAJI, Amalia Yunita, menjelaskan bahwa pelaksanaan BK PON mendatang akan dipusatkan di satu lokasi untuk seluruh zona guna menjaga kualitas serta efisiensi kompetisi.
“Meskipun ada pembagian wilayah, seluruh peserta akan berkumpul di satu tempat untuk menjalani babak kualifikasi. Lokasi persisnya akan kita tetapkan pada Rakernas 2027,” ujar Yuni, panggilan akrabnya.
Adapun pembagian wilayah dan alokasi kuota tim untuk Babak Kualifikasi PON 2028 terbagi ke dalam empat zona:
Zona 1 (Sumatera): Aceh, Sumut, Sumbar, Riau, Sumsel, Lampung, Jambi, dan Bengkulu. Mendapatkan alokasi 6 tim (3 tim R6/R4 putra, 3 tim R6/R4 putri) plus tambahan 1 tim R4 putra.
Zona 2 (Jawa & Banten): Banten, DKI Jakarta, Jabar, Jateng, DIY, dan Jatim. Mendapatkan alokasi 7 tim (3 tim putra, 4 tim putri).
Zona 3 (Kalimantan & Sulawesi): Kalsel, Kaltim, Sulut, Sulsel, Kalbar, Kaltara, dan Sulteng. Mendapatkan alokasi 5 tim (3 tim putra, 2 tim putri).
Zona 4 (Bali, Nusa Tenggara, Maluku, & Papua): Bali, NTT, NTB, Maluku, dan Papua. Mendapatkan alokasi 2 tim (1 tim putra, 1 tim putri) plus tambahan 1 tim R4 putri.
Yuni menambahkan, besaran kuota per wilayah ini disesuaikan dengan tingkat keaktifan Pengurus Provinsi (Pengprov) pada dua Kejuaraan Nasional (Kejurnas) FAJI terakhir.
Selain mematangkan skema kuota, FAJI mengusulkan untuk mempertahankan 16 nomor pertandingan seperti pada PON sebelumnya. Nomor tersebut mencakup kategori R4 dan R6, dengan masing-masing mempertandingkan empat nomor lomba: sprint, head to head (H2H), slalom, dan down river race. Batas nomor lomba yang dapat diikuti setiap provinsi nantinya ditentukan berdasarkan jumlah divisi yang berhasil lolos pada babak kualifikasi.
Dalam kesempatan yang sama, Ketua Umum PB FAJI, Mayor Jenderal TNI (Mar) Dr. Oni Junianto, menegaskan bahwa penetapan skema kualifikasi dan roadmap ini merupakan bagian dari komitmen FAJI untuk membangun sistem kompetisi yang terukur dan konsisten.
“Masuknya arung jeram sebagai cabang resmi PON 2028 adalah tanggung jawab besar. Kita harus menyiapkan atletnya, meningkatkan kualitas pelatih, memprofesionalkan perangkat pertandingan, serta memperkuat tata kelola organisasi menuju Olympic Sport,” tegas Oni saat membuka Rakernas bertema ‘Satu Arus Satu Tujuan’ tersebut.
Sebagai langkah lanjutan dari persiapan ini, Rakernas FAJI 2026 juga menetapkan DI Yogyakarta sebagai tuan rumah Babak Kualifikasi PON pada tahun 2027, serta Jawa Barat sebagai tuan rumah Kejurnas FAJI 2027.
(TIM HUMAS FAJI)