Yulisman Sosialisasikan Empat Pilar Kebangsaan di Kulim Jaya, Ajak Warga Rawat Persatuan

Ahad, 13 September 2026 | 11:40:51 WIB

INDRAGIRI HULU — Anggota DPR RI Fraksi Partai Golkar, H. Yulisman, S.Si., M.M., menggelar Sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan MPR RI di Desa Kulim Jaya, Kecamatan Lubuk Batu Jaya, Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu), Sabtu, 12 September 2026.

Kegiatan yang diikuti masyarakat tersebut membahas empat fondasi kehidupan berbangsa dan bernegara, yakni Pancasila, Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), serta Bhinneka Tunggal Ika.

Dalam pemaparannya, Yulisman menekankan bahwa pemahaman terhadap Empat Pilar tidak semestinya berhenti sebatas pengetahuan dan hafalan. Nilai-nilai tersebut, menurut dia, perlu diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari melalui sikap saling menghargai, toleransi, gotong royong dan menjaga persatuan.

Dalam beberapa kegiatan sosialisasi sebelumnya, Yulisman juga menekankan bahwa Pancasila harus diwujudkan dalam perilaku masyarakat, sementara UUD 1945, NKRI dan Bhinneka Tunggal Ika menjadi bagian penting yang merekatkan kehidupan bangsa. 

Yulisman mengingatkan perkembangan teknologi informasi membuat masyarakat menghadapi arus informasi yang semakin cepat. Karena itu, masyarakat perlu memiliki pemahaman kebangsaan yang kuat agar perbedaan pandangan maupun informasi yang beredar tidak berkembang menjadi sumber perpecahan.

“Empat Pilar Kebangsaan harus hadir dalam kehidupan kita sehari-hari. Pancasila harus tercermin dalam perilaku, UUD 1945 menjadi pedoman dalam kehidupan bernegara, NKRI harus kita jaga, sementara keberagaman dalam Bhinneka Tunggal Ika harus kita rawat sebagai kekuatan bangsa,” demikian inti pesan Yulisman dalam sosialisasi tersebut.

Pesan itu sejalan dengan pernyataan Yulisman dalam sosialisasi di Inhu pada Juni 2026. Saat itu ia mengatakan Empat Pilar tidak hanya menjadi materi forum resmi, melainkan perlu menjadi pedoman kehidupan sehari-hari, termasuk melalui penghormatan terhadap keberagaman dan upaya memperkuat persatuan. 

Yulisman juga mengajak masyarakat Desa Kulim Jaya mempertahankan budaya gotong royong dan musyawarah. Menurutnya, perbedaan suku, agama, budaya maupun pandangan tidak semestinya menjadi alasan masyarakat terpecah.

Ia menilai penguatan wawasan kebangsaan semakin penting bagi generasi muda. Kemajuan teknologi memberikan banyak manfaat, namun pada saat bersamaan membuat informasi yang belum tentu benar dapat menyebar dengan cepat.

Karena itu, keluarga dan lingkungan masyarakat memiliki peran dalam menanamkan nilai Pancasila serta mengajarkan generasi muda menghargai perbedaan.

Salah seorang warga, Ardi, menyambut positif pelaksanaan sosialisasi tersebut. Menurutnya, kegiatan Empat Pilar membantu masyarakat memahami kembali dasar kehidupan berbangsa dengan penjelasan yang lebih dekat dengan kehidupan sehari-hari.

“Bagi kami masyarakat desa, kegiatan seperti ini sangat bermanfaat. Kadang kita mengenal Pancasila, UUD 1945, NKRI dan Bhinneka Tunggal Ika hanya dari sekolah. Melalui sosialisasi ini kita diingatkan lagi bagaimana nilai-nilai itu diterapkan dalam kehidupan bermasyarakat,” ujar Ardi.

Ardi berharap sosialisasi serupa terus menjangkau masyarakat, terutama kalangan pemuda.

“Anak-anak muda sekarang berhadapan langsung dengan media sosial setiap hari. Mereka perlu mempunyai pegangan agar tidak gampang terprovokasi atau bertengkar hanya karena berbeda pandangan. Persatuan dan gotong royong yang selama ini hidup di desa harus tetap kita pertahankan,” katanya.

Melalui kegiatan tersebut, Yulisman berharap nilai Pancasila, UUD 1945, NKRI dan Bhinneka Tunggal Ika semakin dipahami dan diterapkan masyarakat, sehingga persatuan dan kerukunan tetap terpelihara mulai dari lingkungan keluarga hingga kehidupan bermasyarakat. (Adv)

Terkini