Meranti,- Upaya Mempercepat Program revitalisasi sekolah di Kabupaten Kepulauan Meranti terus mengalami penambahan. Jika 2025 lalu hanya 17 sekolah, tahun ini jumlahnya meningkat menjadi 33 satuan pendidikan.
Selain itu, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) daerah setempat optimistis jumlah tersebut masih akan bertambah hingga akhir tahun. Keyakinan itu diikarenakan usulan revitalisasi yang diajukan tahun ini mencapai 84 sekolah dari berbagai jenjang pendidikan.
Hal ini sebagaimana disampaikan Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kepulauan Meranti Tundjiarto MPd melalui Kepala Bidang Sarana dan Prasarana, Feni Utami ST MH menyebutkan, pemerintah pusat masih membuka peluang penambahan kuota revitalisasi.
"Barusan tadi pagi ada zoom meeting untuk jenjang PAUD terkait kelengkapan dokumen. Insyaallah besok dilanjutkan zoom untuk jenjang SMP terkait penambahan kuota yang akan dipanggil untuk dalam penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS)," kata Feni kepada Awak Media Selasa (14/7/2026).
Menurutnya, dari 33 sekolah yang masuk program revitalisasi, sembilan sekolah telah memasuki tahap proses pelaksanaan, sementara 23 sekolah masih menunggu pelaksanaan. Satu sekolah, yakni KB Nur Azzahra tercatat menolak.
"Sejumlah sekolah yang telah berproses antara lain TK Aidil Hidayat, SD Negeri 6 Renak Dungun, SMP Negeri 3 Rangsang Pesisir, SMP Swasta Bahrul Ulum, TK Negeri Teluk Belitung, KB Permata Bunda, TK Harapan Bangsa, KB Mutiara Bunda dan TK Permata Bunda," urainya.
Ia juga mengatakan, nilai anggaran revitalisasi yang telah dialokasikan bervariasi, mulai dari puluhan juta hingga ratusan juta rupiah. Anggaran terbesar diterima SMP Negeri 3 Rangsang Pesisir sebesar Rp901,3 juta, disusul SD Negeri 6 Renak Dungun sebesar Rp613,7 juta dan SMP Swasta Bahrul Ulum sebesar Rp613,7 juta.
Kata Feni, Untuk pekerjaan revitalisasi, meliputi rehabilitasi ruang kelas, ruang administrasi, laboratorium, perpustakaan, toilet, pembangunan ruang kelas baru, area bermain hingga penyediaan sanitasi.
"Untuk program ini, selain berasal dari usulan dinas, sebagian revitalisasi juga didanai melalui Pokok Pikiran (Pokir) DPR RI," bebernya.
Sementara itu, ia juga berharap sebanyak 84 sekolah yang telah diusulkan dapat memperoleh kesempatan mengikuti program revitalisasi.
Untuk itu Kata Feni, perbaikan sarana dan prasarana pendidikan menjadi kebutuhan penting untuk menciptakan lingkungan belajar yang aman dan nyaman bagi peserta didik.
"Masih ada peluang penambahan kuota. Mudah-mudahan semakin banyak sekolah di Meranti mendapatkan program revitalisasi tahun ini," jelasnya.(Bom).