SPS Riau Jelajahi Pulau Penyengat

Sabtu, 01 Juni 2024 | 20:33:38 WIB
Rombongan SPS Riau foto bersama usai shalat Zuhur di Mesjid Raya Sultan Riau Penyengat, Tanjungpinang, Kepri.

KEPRI - Dari Batam, kunjungan muhibah pengurus dan anggota SPS Riau berlanjut ke Pulau Penyengat, Provinsi Kepulauan Riau (Kepri), Sabtu (1/6/2024). Rombongan disambut oleh Kepala Dinas Pariwisata Kepri Guntur diwakili Sekretaris Dinas Pariwisata Kepri, Zulkifli sesaat setelah merapat di dermaga Penyengat atau dulu akrab disebut Bom Penyengat.

Rombongan SPS berjumlah 32 orang pegiat media ini disuguhi makanan dan minuman khas pulau penyengat, Air Dohot dan Otak otak. Kemudian peserta Bimtek diberi penjelasan soal pulau penyengat secara menyeluruh oleh Zulkifli didampingi pemandu wisata, Tilot.

Zulkifli mengatakan, Pulau Penyengat atau dikenal Pulau Penyengat Inderasakti adalah sebuah pulau kecil di Kota Tanjungpinang, Kepulauan Riau. Pulau ini dapat ditempuh dari pusat Kota Tanjung Pinang dengan menggunakan perahu bermotor atau lebih pompong yang memerlukan waktu tempuh kurang lebih 15 menit.

"Sebagai daerah transit, kita manfaatkan potensi wisata yang ada. Sebagai daerah eks kerajaan, banyak peninggalan sejarah yang bisa dikunjungi. Alhamdulillah tingkat kunjungan wisata ke daerah ini dari tahun ke tahun terus meningkat. Pada tahun 2024 ini, tercatat lebih kurang 10.000 wisatawan yang datang. Kebanyakan datang dari negeri Johor, Malaysia," ungkap Zulkifli.

Air Para Raja
Ke Pulau Penyengat tidak lengkap jika tidak mencicipi makanan dan minuman khas yang selalu di konsumsi para raja zaman dahulu. Minuman khas tersebut bernama Air Dohot.

Air Dohot sendiri dipercaya memiliki khasiat yang baik bagi tubuh yakni sebagai pembuang panas atau sebagai pencegah panas dalam. Minuman Air Dohot juga sering disebut sebagai minumannya pengembara dunia.

Menurut Raja Aisyah Mutia Zafira, selaku owner Air Dohot Hamzah, minuman ini merupakan salah satu kuliner khas Melayu Kepulauan Riau (Kepri). Minuman ini sudah ada sejak zaman kesultanan Riau-Lingga dan biasanya disajikan sebagai sebagai hidangan penutup para raja.

"Dulunya, Air Dohot hanya bisa ditemui di istana kerajaan saja. Karena minuman tersebut merupakan salah satu resep yang disajikan hanya dalam istana saja," ucap Zafira.

"Minuman Air Dohot ini memiliki khasiat dan rasa yang unik. Sebab, minum ini terdiri dari beberapa jenis buah yang dikeringkan, seperti buah dohot kering, kelengkeng kering, kurma, hingga kismis. Ada sekitar 10 jenis buahan untuk membuat air dohit ini. Dan semua bahan bakunya itu didatang dari luar, Timur Tengah," sambungnya.

Dikatakannya, Air Dohot sebelum dipasarkan seperti saat sekarang, minuman tersebut hanya hanya bisa dijumpai saat perayaan hari-hari besar saja, seperti Hari Raya Idul Fitri.

"Sekarang minuman ini sudah dipasarkan secara bebas sebagai cenderamata bagi wisatawan. Namun, karena untuk mendapatkan bahan baku sulit, maka masih sedikit yang memasarkannya," pungkasnya.

Usai dari Pulau Penyengat, rombongan melanjutkan perjalanan menuju Kota Tanjungpinang. Disini, rombongan berkesempatan mampir ke gedung PWI Kepri, dilanjut dengan anjangsana ke kediaman tokoh pers Riau, Rida K Liamsi. Kemudian rombongan meninggalkan Tanjungpinang untuk kembali nyeberang ke Kota Batam.

"Sesuai schedule, besok Minggu (2/6/2024) kita akan terbang ke Pekanbaru," ucap Fitra Dayun selaku panitia kegiatan. (**

Terkini