Wabup Kuansing Nilai APBD 2015 Kurang Berpihak kepada Rakyat

Dibaca: 8920 kali  Jumat,18 Desember 2015
Wabup Kuansing Nilai APBD 2015 Kurang Berpihak kepada Rakyat
Ket Foto : Wakil Bupati Kuantan Singingi Zulkifli

RIAUTERBIT.COM- Wakil Bupati Kuansing Zulkifli menilai APBD Kuansing Tahun 2015 kurang berpihak kepada kepentingan rakyat. Sebab kata dia, salah satu tujuan disusunnya APBD adalah untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi sehingga terjadi peningkatan kesejahteraan rakyat.

"Namun APBD Kuantan Singingi TA 2015 dinilai kurang berpihak kepada kepentingan rakyat," ungkap Wabup Zulkifli kepada wartawan, Jumat(18/12/15).

Kata wabup, hal ini dapat dilihat dari komposisi anggaran sebagai berikut: 1. APBD murni sebesar Rp1.512 triliun lebih. 2. APBD perubahan sebesar Rp 1.682 triliun lebih, bertambah sebesar Rp170 miliar lebih.

Dijelaskannya, dari jumlah APBD tersebut anggaran yang dialokasikan untuk bidang perencanaan yang dikelola Bappeda sebesar Rp27.346 miliar lebih yang pada anggaran murni sebesar Rp 24.319 miliar lebih meningkat sebesar Rp3.027 miliar lebih.

Menurut mantan Sekda Kuansing ini, hal ini tidak sebanding dengan anggaran yang dialokasikan untuk bidang ekonomi yang dikelola Dinas Perkebunan, Pertanian Tanaman Pangan, Peternakan , Perikanan dan Perindgkop yang hanya sebesar Rp22.737 miliar lebih.

"Termasuk dananya yang bersumber dari Dana Alokasi Khusus sebesar Rp1.140 miliar lebih yang dialokasikan untuk pembangunan pasar kecamatan," terangnya.

Kata Zulkifli, bila anggaran bidang ekonomi ini dibandingkan dengan anggaran yang dianggarkan untuk Sekretariat Daerah (Sekda) yang dianggarkan sebesar Rp216.805 miliar lebih dari anggaran murni sebesar Rp170 miliar lebih.

"Atau meningkat sebesar Rp46.800 miliar lebih dinilai tidak berpihak kepada kepentingan rakyat," tulis Zulkifli.

Dijelaskan dia, pertambahan untuk dua Satker itu saja belum yang lainnya sudah sangat tidak efisien dan efektif.

"Saya semenjak diangkat menjadi Wakil Bupati tahun 2011 dalam SK,Tim Penyusunan APBD dimasukan , namun dalam rapat-rapat pembahasan jarang dilibatkan," ungkapnya.

Tidak dilibatkan Wabup Zulkifli dalam pembahasan APBD ini kontan saja jadi pertanyaan dirinya. Sebab, dirinya termasuk dalam tim penyusunan APBD.

"Ini apakah atas perintah bupati atau mereka curiga dengan saya, karena latar belakang saya yang dari birokrat, mulai dari Sekretaris Bappeda Kota Pekanbaru, Kabag Pembangunan Kota Pekanbaru, selanjutnya setelah dibentuknya Kuansing menjadi Ketua Bappeda seterusnya sebagai Sekda Kuansing lebih kurang 10 tahun lamanya," kesalnya dengan penuh tanda tanya. (rtc)

Akses RiauTerbit.Com Via Mobile m.riauterbit.rom
Berita Terkait Index »
Tulis Komentar Index »