Elevasi Air PLTA Koto Panjang Alami Fase Darurat

Dibaca: 19627 kali  Kamis,08 Oktober 2015
Elevasi Air PLTA Koto Panjang Alami Fase Darurat
Ket Foto : Waduk Pembangkit Listrik Tenaga Air Koto Panjang, Provinsi Riau,

RIAUTERBIT.COM- Elevasi atau ketinggian air waduk Pembangkit Listrik Tenaga Air Koto Panjang, Provinsi Riau, mengalami fase dengan tingkat terendah dalam lima tahun terakhir, yang membuat kemampuan pembangkit tidak bisa optimal untuk melayani pelanggan.

"Saat ini (air) sudah pada posisi 73,7 meter, minimum waduk bisa dioperasikan dengan elevasi 73,5 meter. Jadi dua sentimeter lagi harus shut down (berhenti). Ini terburuk dalam lima tahun terakhir," kata General Manager PLN Wilayah Riau dan Kepulauan Riau (WRKR), Febi Joko Priharto di Pekanbaru, Rabu.

Hal tersebut disampaikannya saat rapat kerja bersama Komisi D DPRD Riau. Dikatakannya hal yang mempengaruhi elevasi itu adalah daerah tangkapan, kemampuan resapan air, dan curah hujan yang bergeser.

PLTA dengan daya 114 megawatt (Mw) ini sebelumnya pernah juga terjadi pada tahun 2013, namun tidak seburuk tahun ini. Sehingga hal inilah salah satu yang membuat harus dilakukannya pemadaman untuk Provinsi Riau.

Riau sebagai daerah yang memiliki beban puncak 549 Mega Watt dan daya produksi 325 MW sehingga membutuhkan pasokan dari daerah lain seperti dari sistem koneksi dari daerah lain. Namun PLTA tempat lain juga mengalami hal serupa seperti PLTA Singkarak dan Maninjau Sumatera Barat.

PLTA Danau Singkarak, kata Febi sudah mendekatai zona "contongency" yang harus dijaga agar tidak sampai turun masuk zona tidak aman. Oleh sebab itu dilakukan penyesuaian dengan siang hari menampung air dan malam pembangkit dioperasikan.

"Itulah kenapa panjang waktunya pagi sampai malam padam. siang menyimpan air  untuk malam mengurangi padam malam hari. Elvasinya 360,7 dibawah "contingency"," jelasnya.

Sedangkan PLTA Danau Maninjau Sumatera Barat, kata dia, juga mendekati contingency. Terlebih lagi waduk unik karena cakupannya kecil seperti bentuk danau yang seperti kuali.

"Jadi meski curah hujan besar belum tentu masuk ke danau, bisa larinya ke Bukittinggi dan Pariaman," imbuhnya. (Juf)
 

Akses RiauTerbit.Com Via Mobile m.riauterbit.rom
Berita Terkait Index »
Tulis Komentar Index »