Bubarkan Paksa Deklarasi Tolak Rizieq Shihab, Ketua FPI Pekanbaru Jadi Tersangka

Dibaca: 1425 kali  Rabu,25 November 2020
Bubarkan Paksa Deklarasi Tolak Rizieq Shihab, Ketua FPI Pekanbaru Jadi Tersangka
Ket Foto :

RIAUTERBIT.COM - Akibat membubarkan secara paksa deklarasi 45 Elemen Organisasi Kemasyarakatan yang menolak kedatangan Rizieq Shihab ke Pekanbaru, pada Senin (23/11/20) lalu, Ketua Front Pembela Islam (FPI) Pekanbaru, Husni Thamrin terpaksa diamankan anggota Polresta Pekanbaru. Husni pun diperiksa polisi bersama anggotanya, M Nur Fajril, Selasa (24/11/20). 

 

Menurut Kapolresta Pekanbaru, Kombes Pol Nandang Mu'min Wijaya, setelah diperiksa secara intensif oleh penyidik, Husni Thamrin dan Nur Fajril pun langsung ditetapkan menjadi tersangka. ?

 

"(Husni Tamrin Ketua FPI Pekanbaru) sudah kita tetapkan sebagai tersangka. Termasuk anggotanya (Nur Fajril). FPI terbukti bersalah membubarkan secara paksa deklarasi 45 elemen ormas yang menolak kedatangan Rizieq Shihab," ujar Nandang kepada riauterkini.com, Selasa malam.

 

Menurut Nandang, upaya pembubaran paksa yang dilakukan FPI Pekanbaru terhadap deklarasi 45 elemen ormas tersebut sudah merampas hak-hak warga negara untuk berpendapat. Apalagi, sambungnya, deklarasi yang dilakukan oleh 45 elemen ormas itu juga sudah mengantongi izin. 

 

"Deklarasi 45 elemen ormas itu sudah ada izinnya. Mulai dari izin rekomendasi Satgas Covid-19, Surat Tanda Pemberitahuan (STP) Deklarasi serta pemberitahuan kepada petugas kepolisian untuk pengamanan kegiatan," tuturnya.

 

Sehari sebelumnya, pada Senin (23/11/20), sebanyak 45 Organisasi kemasyarakatan (Ormas), Organisasi kepemudaan (OKP), Organisasi keagamaan seperti MUI Pekanbaru, PWNU, Pemuda Pancasila, beberapa organigasi lintas agama dari Kristen, Katolik, Kong Hu Cu serta Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) se-Riau melakukan aksi demonstrasi di gerbang kantor Gubernur Riau. Mereka menyatakan menolak kehadiran Rizieq Shihab datang di Bumi Lancang Kuning dan menyatakan dukungan terhadap tindakan tegas prajurit TNI-Polri terhadap orang atau kelompok radikal yang akan memecah belah persatuan dan kesatuan bangsa. Para elemen ormas itupun secara tegas menolak rencana kedatangan Rizieq Shihab karena yang bersangkutan dinilai akan membawa paham radikalisme. 

 

Diujung aksi tersebut nyaris terjadi kericuhan saat beberapa orang dari FPI Pekanbaru membuat gaduh dengan merebut pengeras suara dan berusaha mengambil alih panggung.***(rtc)

Akses RiauTerbit.Com Via Mobile m.riauterbit.rom
Berita Terkait Index »
Tulis Komentar Index »