Harga sawit Riau turun

Dibaca: 1286 kali  Kamis,19 November 2020
Harga sawit Riau turun
Ket Foto :

RIAUTERBIT.COM - Harga tandan buah segar (TBS) sawit Riau periode 18-23 November 2020 untuk kelompok umur 10-20 tahun tercatat sebesar Rp2.109,98/kg atau mengalami penurunan sebesar Rp20, 90/kg dibandingkan harga seminggu sebelumnya Rp2.130,88/kg.

 

Penurunannya harga TBS periode ini dengan persentase yang sedikit disebabkan oleh terjadinya kenaikan dan penurunan harga jual CPO dan kernel dari beberapa perusahaan yang menjadi sumber data," kata Kepala Dinas Perkebunan Provinsi Riau Ir. Zulfadli melalui Kabid Pengolahan dan Pemasaran Disbun Riau, Defri Hatmaja di Pekanbaru, Rabu. 

 

Menurut dia, untuk harga jual CPO dari PTPN V mengalami penurunan harga sebesar Rp88.07/kg, Sinar Mas Group mengalami penurunan harga sebesar Rp 244.70/Kg, PT. Astra Agro mengalami kenaikan harga sebesar Rp38,00/kg, PT. Asian Agri Group mengalami penurunan harga sebesar Rp61.48/Kg dari harga minggu lalu.

 

Sedangkan untuk harga jual kernel, PT. Astra Agro mengalami kenaikan harga sebesar Rp540.90/Kg, PT Asian Agri Group mengalami kenaikan harga sebesar Rp41/Kg dari harga minggu lalu.

 

Sementara dari faktor eksternal, naiknya harga TBS minggu ini karena harga kontrak futures minyak sawit (CPO) Malaysia di awal pekan ini Senin (16/11/220) drop signifikan.

 

Harga CPO yang sudah melesat ke level tertinggi dalam delapan tahun membuatnya memang rawan terkoreksi. Harga CPO untuk kontrak pengiriman Januari 2021 di Bursa Malaysia Derivatif Exchange melorot 2,4 persen ke RM 3.299/ton.

 

Di akhir pekan lalu harga CPO ditutup di RM 3.380/ton dan merupakan level tertinggi sejak Mei 2012. 

 

Harga CPO mulai terlihat reli sejak minggu kedua bulan Mei tahun ini seiring dengan pelonggaran pembatasan di banyak negara.

 

Namun harga CPO yang sudah reli tak terbendung membuatnya rawan kena aksi ambil untung para trader yang berakibat pada koreksi.

 

Di sisi lain, harga CPO yang terlalu tinggi membuatnya kurang kompetitif dibandingkan dengan minyak nabati lainnya. 

 

Hal tersebut membuat para importir menjadi beralih ke minyak nabati lain. Reuters melaporkan industri pengolahan minyak goreng India bakal memangkas impor minyak sawitnya dan beralih ke minyak kedelai.

 

Pasar minyak sawit di Uni Eropa diperkirakan akan terus menghadapi beragam tantangan, lantaran adanya upaya penghentian penggunaan biodiesel berbasis minyak sawit pada 2030.(ant)

Akses RiauTerbit.Com Via Mobile m.riauterbit.rom
Berita Terkait Index »
Tulis Komentar Index »