Sudah Banyak Korban Tewas Akibat Asap di Riau

Dibaca: 12740 kali  Jumat,11 September 2015
Sudah Banyak Korban Tewas Akibat Asap di Riau
Ket Foto : Digotong-Jenazah Muhanum Anggriawati, bocah 12 tahun anak seorang wartawan harian di Pekanbaru yang sebelumnya menderita ISPA, meninggal pada Kamis (10/9/2015) sekitar pukul 13.00 WIB.

Pekanbaru, (Riauterbit.com) - Provinsi Riau merupakan daerah terparah terkena dampak kabut asap pada tahun ini bila dibanding provinsi lainnya di Pulau Sumatera dan Kalimantan. Ironisnya, ini tahun ke-18 kabut asap melanda provinsi itu.

Beragam dampak kabut asap, mulai dari terganggunya aktivitas penerbangan, proses belajar mengajar di sekolah, nelayan tidak dapat melaut karena jarak pandang yang cukup pendek, hingga mengganggu kesehatan warga.

Dalam sebulan terakhir, tercatat 15.000 lebih warga Riau terserang ISPA. Bahkan yang paling ekstrim, kabut asap menyebabkan warga kritis hingga merenggut korban jiwa.

Sejak dua tahun terakhir, sudah empat orang meninggal karena kabut asap. Lainem (45), seorang petani sawit di Simpang Pemburu, Kabupaten Rokan Hilir ditemukan dalam kondisi tak bernyawa di parit di lahannya yang terbakar pada 21 Juni 2015. Tak jauh dari jasadnya, suaminya Dulsan Purba (48) ditemukan kritis.

Kemudian Yurnalis. Pria 65 itu tahun ditemukan tewas pada 23 Juli 2015 di Desa Kebun Durian Kecamatan Gunung Sahilan, Kampar. Korban meninggal saat membersihkan lahan dengan cara dibakar. Korban diduga sesak napas akibat asap saat api membakar lahannya. Dia tak bisa menyelamatkan diri dan tewas terpanggang.

Sementara pada 2014, kabut asap juga merenggut korban jiwa. Korban pertama adalah M Adli (62). Korban ditemukan tewas di lahan miliknya di Desa Sungai Gayung Kiri Kecamatan Rangsang Kabupaten Meranti pada 10 Maret. Korban kehabisan oksigen.

Korban selanjutnya adalah petugas pemadam dari sebuah perusahaan. Korban meninggal pada 15 Maret. Korban semula melakukan pemadaman kebakaran di perkebunan Afdeling I Kecamatan Bukit Batu, Kabupaten Bengkalis. Pria 30 itu tewas tertimpa batang kayu dari pohon yang diduga akarnya sudah terbakar.

Anak Wartawan di Riau Juga  Meninggal Dunia Akibat Kabut Asap

Adalagi yang terbaru akibat bencana kabut asap dari kebakaran hutan dan lahan di Riau turut merenggut nyawa Muhanum Anggriawati, bocah 12 tahun anak seorang wartawan harian di Pekanbaru yang sebelumnya menderita ISPA, meninggal pada Kamis (10/9/2015) sekitar pukul 13.00 WIB.

Kabar duka tentang wafatnya Hanum disampaikan Eka Putra Nazir, Pemimpin redaksi Harian Vokal tempat Mukhlis, ayah korban, bekerja sebagai wartawan.

Menurut Eka, putri sulung Mukhlis mengalami gagal pernafasan akibat paru-parunya disesaki lendir atau dahak. "Kami dimaklumkan bahwa terjadi penumpukan lendir di tenggorokan dan paru-parunya shingga perlu mendapat perawatan intensif dari dokter ICU RSUD Arifin Achmad, tempat ia dirawat," tulis Eka di laman Facebooknya.

Anak kelahiran 5 Agustus 2003 ini tercatat sebagai murid kelas 6 Sekolah Dasar (SD) Negeri 171 Kulim Kecamatan Tenayan Raya. Jenazah Hanum langsung dikebumikan siang tadi di pemakaman umum dekat tempat tinggal mereka.

Selain berduka karena kehilagan anak sulungnya akibat kabut asap, kesedihan Mukhlis kini makin berlipat ganda karena dihadapkan pada biaya rumah sakit yang sangat tinggi.

Untuk pembelian obat anti biotik dan obat lainnya sesuai resep dokter, butuh Rp 5 juta untuk sehari semalam. Selama sepekan terakhir, menurut Mukhlis, total biaya perawatan anaknya sudah lebih dari Rp 28 juta.

Kabar meninggalnya Hanum ini mendapat simpati yang luas dari para netizen. Selain mengucapkan turut berbela sungkawa, netizen juga menyesalkan sikap lamban pemerintah daerah dan pemerintah pusat dalam menanggulangi bencana kabut asap. Sebab selain menyebabkan belasan ribu warga Riau jatuh sakit, sudah ada beberapa warga yang meninggal dunia akibat rumahnya terbakar dan serangan ISPA yang akut. (Riter)

Akses RiauTerbit.Com Via Mobile m.riauterbit.rom
Berita Terkait Index »
Tulis Komentar Index »