Yoshihide Suga Jadi PM Jepang

Yoshihide Suga Jadi PM Jepang

TOKYO -- Yoshihide Suga, Rabu (16/9), resmi terpilih menjadi perdana menteri baru Jepang. Hasil pemungutan suara di majelis rendah parlemen Jepang, Rabu (16/9), memastikan Suga sebagai pengganti Shinzo Abe yang mundur karena masalah kesehatan. "Di mana ada kemauan maka ada jalan," itu adalah moto Suga. 

Pada Senin (14/9), Suga terlebih dahulu memenangkan kursi ketua partai berkuasa, Partai Demokrat Liberal (LDP). Suga (71 tahun) akan menjadi perdana menteri tertua yang menjabat sejak Kiichi Miyazawa yang menjabat dalam usia 72 tahun pada 1991. 

Menteri Kesehatan Katsunobu Kato dipilih untuk menggantikan kursi yang ditinggalkan Suga sebagai sekretaris kabinet. Jabatan itu dinilai sebagai jabatan penting yang berfungsi sebagai koordinator kebijakan dan juru bicara pemerintah. 

Banyak anggota kabinet lainnya, seperti Menteri Keuangan Taro Aso dan Menteri Luar Negeri Toshimitsu Motegi, tetap menduduki jabatan sama. Menteri Pertahanan Taro Kono dijadwalkan menjadi menteri yang bertanggung jawab atas reformasi pemerintahan.

Shinjiro Koizumi juga akan bertahan menjadi menteri lingkungan hidup. Putra mantan perdana menteri Junichiro Koizumi ini kerap digadang-gadang sebagai perdana menteri masa depan meski kini ia dinilai terlalu muda oleh banyak politisi LDP. 

Suga telah menjabat selama bertahun-tahun sebagai kepala sekretaris kabinet. Itu adalah peran paling senior dalam pemerintahan setelah perdana menteri. 

Suga adalah wajah dari pemerintahan Abe. Ia bahkan dijuluki sebagai "perdana menteri bayangan". Dalam pemerintahan Abe, Suga kerap memimpin konferensi pers. Penampilannya serius, tapi Suga mencoba menampilkan diri sebagai orang yang lebih ramah saat maju dalam pencalonan ketua partai. 

Prioritasnya adalah mengatasi pandemi virus korona, di samping juga memberi syarat akan melanjutkan kerangka kebijakan yang disebut Abenomics. Kebijakan tersebut adalah kebijakan ekonomi Abe untuk melonggarkan moneter, pengeluaran pemerintah, dan mereformasi struktural. 

Suga diprediksi akan mendorong kerangka kerja Abenomics dengan inisiatifnya sendiri. Dia telah berjanji untuk menjalankan banyak agenda pemerintahan sebelumnya, termasuk program reformasi ekonomi Abe yang dijuluki Abenomics. 

"Pemilihan Suga menjamin kelanjutan dalam semua inisiatif kebijakan utama yang diluncurkan oleh Shinzo Abe," kata Yuki Tatsumi, direktur program Jepang Stimson Center yang berbasis di Washington, kepada BBC.

Menurut dia, kemampuan Suga sebagai tangan kanan Abe dan sekretaris kabinet telah cukup banyak terbukti. Namun, kemampuannya untuk memimpin negara sebagai pemimpin atas sebagian besar belum teruji, terutama di bidang kebijakan luar negeri. 

"Bagaimana Suga dapat beralih dari mendukung ke aktor utama pemerintahan akan menentukan seberapa baik transisi kepemimpinan dapat dikelola," ujar Tatsumi.

Pada Agustus lalu, Abe menyatakan mundur dari jabatan perdana menteri karena masalah kesehatan. Kabinet Abe mengundurkan diri secara massal pada Rabu pagi, mengakhiri masa jabatan Abe selama hampir delapan tahun.

"Saya telah menghabiskan setiap hari mengerahkan semua yang saya miliki untuk pemulihan ekonomi dan diplomasi untuk melindungi kepentingan Jepang," kata Abe kepada wartawan di kantor perdana menteri, seperti dilansir laman Kyodo News, Rabu.

"Merupakan kehormatan bagi saya untuk dapat menanggulangi berbagai masalah bersama dengan orang-orang selama ini. Saya ingin berterima kasih kepada semua orang dari lubuk hati saya yang paling dalam," ujar Abe.

Reaksi dunia

Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyambut Suga. Melalui pernyataan Gedung Putih, Trump menantikan kesempatan untuk bekerja sama dengan Suga dan melanjutkan "visi Indo-Pasifik yang bebas dan terbuka".

Sambutan juga datang dari Perdana Menteri Inggris Boris Johnson. "Semoga penunjukan Anda dan Kesepakatan Perdagangan Bebas bersejarah yang telah kita sepakati pekan lalu semakin mempersolid hubungan negara kita ke tingkat yang lebih tinggi," cicit Johnson di Twitter, Rabu. 

Presiden Korea Selatan Moon Jae-in mengatakan, ia ingin duduk bersama Suga untuk meningkatkan hubungan kedua negara. Selama ini, hubungan Jepang dan Korsel terkadang tegang karena masalah masa lalu dan pertikaian ekonomi. Jepang menjajah Korsel pada 1910 hingga 1945.

Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Cina Wang Wenbin mengatakan, Cina berharap dapat meningkatkan kerja sama dengan Jepang. Namun, ia mengatakan, Beijing berharap Jepang mau menahan diri dari peningkatan hubungan resmi dengan Taiwan. 

Pernyataan Wang muncul setelah nama Nobuo Kishi yang memiliki hubungan baik dengan Taipei masuk dalam jajaran menteri pemerintahan Suga. Kishi akan menduduki kursi menteri pertahanan di kabinet Suga.(rep)

 

Berita Lainnya

Index