KUKERTA Pedagogiek UNRI Hadiri Tradisi Takziah di Desa Rumbio Kecamatan Kampar 

Dibaca: 3991 kali  Minggu,19 Juli 2020
KUKERTA Pedagogiek UNRI Hadiri Tradisi Takziah di Desa Rumbio Kecamatan Kampar 
Ket Foto :

Kampar-(18/07/2020). Mahasiswa/i Kukerta Pedagogik UNRI telah mengikuti takziah dikediaman salah satu masyarakat desa Rumbio, yang terkena musibah. Takziahh mungkin sudah sering kita dengar sehari hari. Pada umumnya, kita mengenal istilah takziah merupakan sebuah kegiatan yang dilakukan masyarakat sebagai wujud dari rasa simpati terhadap seseorang yang terkena musibah. Seringkali kita melihat bahwa istilah takziah berhubungan dengan musibah kematian. Takziah berarti mengunjungi atau datang berkunjung kerumah orang yang terkena musibah agar hati dari keluarga yang dikunjungi merasa senang. Kunjungan tersebut dilakukan secara beramai ramai oleh kelompok masyarakat yang ada di suatu daerah.

Di desa Rumbio, takziah memiliki fungsi lain yakni menjenguk orang sakit, arti tersebut hampir sama dengan arti sebelumnya namun pada desa rumbio sendiri takziah tidak hanya dilakukan untuk mengunjungi orang maninggal saja, melainkan juga menjenguk orang sakit. Walaupun memiliki arti yang berbeda beda, pada hakikatnya tujuan takziah tetaplah sama, yaitu sama sama untuk mengunjungi seseorang yang tertimpa kemalangan.

Ade Ariandi merupakan salah satu dosen di UIN SUSKA RIAU dan sekaligus   ustadz yang pada saat itu sempat membahas istilah takziah ini mengatakan bahwa takziah yang dilakukan di desa rumbio memiliki fungsi lain selain menjenguk orang meninggal, yakni juga bisa digunakan untuk menjenguk orang sakit.

“ takziah itu artinya menjenguk, jadi disini orang orangnya bilang kalau menjenguk orang sakit juga disebut takziah, begitupun menjenguk orang yang meninggal seperti biasanya,” Ujarnya.

Di desa rumbio tradisi takziah kali ini juga persis dengan takziah pada umumnya, yang dihadiri oleh masyarakat setempat. Keunikan lainnya juga terdapat pada saat proses penjengukan yang mana masyarakat setempat mendatangi rumah warga yang terkena musibah dengan berjalan kaki secara beramai ramai. Dilihat dari tata cara takziah tersebut, menunjukkan bahwa masyarakat memiliki rasa toleransi dan kebersamaan yang tinggi. Dengan adanya hal itu kita bisa melihat bahwa toleransi antara sesama masyarakat yang ada di desa Rumbio masi sangat kental. 
Walaupun memiliki letak geografis yang strategis dan terhubung dengan jalan lintas, adat istiadat dan tradisi masyarakat tampaknya tidak pudar dan selalu dipertahankan. Masyarakat yang ramah dan mudah bergaul, membuat siapa saja yang berkujung menjadi nyaman. Tradisi ini diharapkan terus dipertahankan dan dilestarikan agar tetap ada sampai kapan pun.

Akses RiauTerbit.Com Via Mobile m.riauterbit.rom
Berita Terkait Index »
Tulis Komentar Index »