Kongres AS Setujui Anggaran untuk Infrastruktur

Dibaca: 1386 kali  Kamis,02 Juli 2020
Kongres AS Setujui Anggaran untuk Infrastruktur
Ket Foto :

RIAUTRBIT.COM - Dewan Perwakilan Amerika Serikat (AS) yang dikuasai Partai Demokrat menyetujui anggaran 1,5 triliun dolar AS untuk membangun kembali infrastruktur yang rusak. Ratusan miliar dolar AS akan diguyurkan untuk proyek-proyek perbaikan jalan dan jembatan, memperbaharui sistem transit, menambah rel kereta antarnegara bagian, mengeruk pelabuhan dan saluran air. 

Undang-undang itu juga menganggarkan lebih dari 100 miliar dolar AS untuk memperluas akses internet di pinggiran kota dan masyarakat berpenghasilan rendah. Serta 25 miliar dolar AS untuk memodernisasi infrastruktur dan operasi Kantor Pos AS. 

"(Undang-undang ini) mengubah investasi dalam infrastruktur Amerika yang akan menciptakan jutaan pekerjaan," kata Ketua Komite Bidang Transportasi dan Infrastruktur Dewan Perwakilan AS Peter DeFazio yang mensponsori undang-undang ini, Rabu (1/7) seperti dilansir //Associated Press.

Undang-undang Bergerak Maju diloloskan dengan perbandingan suara 233-188. Sebagian besar suara terpecah berdasarkan partai. Kini undang-undang itu diserahkan ke Senat di mana legislasi dengan anggaran yang lebih kecil sudah mendekam selama satu tahun. Ketua Senat dari Partai Republik Mitch McConnell tidak mencoba menjadwalkan debat dan tampaknya belum ada debat yang dijadwalkan.

Gagasan 'infrastruktur lemah' di masa jabatan Presiden Donald Trump telah menjadi lelucon di Washington. Karena hanya sedikit hal yang dilakukan untuk memperbaikinya. Tapi pemungutan suara di Dewan menunjukkan ada sinyal undang-undang itu meraih momentum.

Partai Demokrat memuji undang-undang yang diloloskan Dewan tersebut. Cakupan undang-undang itu lebih luas dari sekedar transportasi sekolah, fasilitas kesehatan, layanan publik dan perumahan terjangkau. Partai Republik mencela Undang-undang Bergerak Maju.

"Alih-alih mencari solusi bipartisan, undang-undang ini menambah hutang negara 1,5 triliun dolar AS dan menyamarkan rezim Green New Deal yang sulit dan tidak dapat dikerjakan dengan prasyarat baru sebagai 'undang-undang infrastruktur'," kata anggota Dewan dari Partai Republik, Sam Graves. 

Green New Deal adalah rancangan undang-undang untuk mengatasi perubahan iklim dan ketimpangan ekonomi. Rancangan ini disponsori anggota Dewan Alexandria Ocasio-Cortez dan Senator Ed Markey dari Partai Demokrat. (rep)

Akses RiauTerbit.Com Via Mobile m.riauterbit.rom
Berita Terkait Index »
Tulis Komentar Index »